HeadlineSumedang

RK Datangi Kampung Kaos Kaki di Ganeas

TRIMEKAR – Di sela sela rangkaian “Sapa Warga” ke beberapa lokasi di Kabupaten Sumedang, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengunjungi Kampung Kaos Kaki di Desa Cikondang Kecamatan Ganeas, Sabtu (15/2).

Di tempat itu, Ridwan Kamil atau yang pria akrab dipanggil Kang Emil melihat langsung proses pembuatan kaos kaki sekaligus menyerahkan bantuan CSR dari Bank BJB untuk pengadaan mesin pembuat kaos kaki sebanyak 6 unit senilai sebesar 500 juta rupiah.

Rafika Adnur dari Garuda (Gerakan Wirausaha Muda) mewakili Ketua H. Nana mengatakan, usaha Kampung kaos kaki di Desa Cikondang ini adalah salah satu perwujudan program One Village One Product/Company (OVOP/OVOC) sejalan dengan Visi Sumedang Simpati dan Jabar Juara Lahir Batin.

“Kami berusaha mewujudkan OVOP/OVOC. Alhamdulillah pada akhir tahun 2018 tim Garuda berdiskusi dengan Bupati mempunyai keinginan agar dalam satu desa ada inisiasi wirausaha sehingga pada saat itu melalui Disnakertrans dilaksanakan pelatihan sebanyak 20 orang untuk dilatih menjadi pioner kampung kaos kaki,” katanya.

Dikatakan Rafika, saat ini pemasaran hasil produksi kaos kaki masih terbatas hanya untuk dalam daerah, sedangkan untuk pemasarannya sendiri masih dibantu oleh pihak kecamatan baik karyawan, UPTD dan pemerintah desa se-kecamatan Ganeas.

Kedepan, kata dia, setelah menerima bantuan CSR, pihaknya berencana akan menjadikan pabrik sebagai tempat pusat pelatihan dan aktivitas produksi bagi masyarakat. Ia mengharapkan, seiring dengan bertambahnya alat produksi, akan semakin meningkatkan jumlah produksi untuk merespon permintaan pasar diluar daerah.

“Setiap siswa pasti menggunakan kaos kaki, aparat pemerintahan pasti menggunakan kaki. Jadi kami berharap kaos kaki tidak dibeli dari luar tapi dari Desa Cikondang ini,” katanya.

Sementara itu, Kang Emil yang melihat langsung sistem kerja di kampung kaos kaki mengapresiasi usaha yang dirintis oleh masyarakat Desa Cikondang. Ia mengatakan bahwa kampung kaos kaki harus didukung untuk terus berkembang karena tujuannya sangat banyak dalam memberikan dukungan perekonomian bagi warga sekitar.

Dikatakan Kang Emil, saat ini pemerintah daerah Provinsi Jawa Barat sedang membuat konsep berbagai program untuk mendorong pembangunan desa diseluruh Jawa Barat salah satunya Pusat digital Desa untuk mempromosikan produk kerajinan maupun pariwisata di Desa.

“Kalau boleh dilanjutkan disini dibangun pusat digital desa, nanti saya bantu komputernya. Nanti petugasnya membantu menjualkan secara online lewat tokopedia bisa produk kaos kakinya, produk pertanian atau apa saja,” jelas Kang Emil.

Terkait dengan bantuan CSR, Ridwan Kamil mengharapkan bantuan tersebut bisa meningkatkan produksi dalam merespon pesanan pembeli. Lebih dari itu, dirinya menyatakan siap membantu urusan marketing melalui penggunaan media on-line untuk mendongkrak penjualan produk.

“Urusan Marketing Insya Allah saya akan saya rapatkan dengan kadis Pendidikan. Setiap Tahun ajaran baru ratusan ribu siswa membeli kaos kaki baru, mudah mudahan tidak beli kemana kemana. Nanti siapkan e-katalognya sehingga semua pesenannya kesini,” pungkasnya. ***

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close