HeadlineSumedang

Ini Pesan Bupati untuk Warga dan Petugas di Posko Pemeriksaan  

TRIMEKAR – Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir didampingi jajaran melakukan monitoring kesiapan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Sosial (PSBB) di posko pemeriksaan kesehatan atau check point kewilayahan PSBB Desa Cikaramas Kecamatan Tanjungmedar, Selasa (21/4/2020).

Monitoring ini dilakukan seiring dengan pemberlakuan PSBB di seluruh kecamatan di Kabupaten Sumedang yang akan mulai dilaksanakan besok tanggal 22 april selama 14 hari kedepan sebagai upaya menekan penyebaran virus corona (COVID-19).
⁣⁣
Tiba di cek poin, terpantau para petugas yang terdiri dari tim gabungan TNI, Polri, Satpol PP, Tim Medis dari Puskesmas dibantu para relawan sedang melakukan pemeriksaan kendaraan.

Pemeriksaan penggunaan masker dan melakukan cek kesehatan warga masyarakat yang memasuki wilayah di perbatasan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, perhari rata-rata masyarakat yang masuk diperbatasan kurang lebih ada sekitar 300 kendaraan.

Masyarakat yang melewati posko tersebut dilakukan pemeriksaan kesehatan sesuai dengan alur proses pemeriksaan mulai dari cuci tangan, penyemprotan disinfektan, cek suhu tubuh dan tindakan pencatatan dan pelaporan oleh tim medis.

Dalam kesempatan tersebut, bupati menyampaikan apresiasi atas kesiapan petugas posko dalam mengambil tindakan terkait pelaksanakan tugas terkait penerapan PSBB yang akan nanti diberlakukan.

“Saya minta terus pelajari secara maksimal masalah penggunaan masker, jumlah kendaraan di mobil dan motor yang masuk dan keluar. Pelajari secara maksimal Peraturan Bupati tentang pelaksanaan PSBB ini, ini yang harus kita pahami sebagai dasar kita mengambil tindakan dan saya minta nanti peta alur prosesnya sudah jelas sehingga masyarakat mengerti,” ungkapnya

Dalam penerapannya nanti, bupati juga menitipkan pesan kepada para petugas agar pelaksanaan PSBB nanti dapat dilakukan dengan konsekuen secara ketat, disiplin dan tegas.

Hal ini, kata bupati, agar penanganan covid cepat selesai dan tidak berlarut larut.

“Kami ingin semuanya berjalan efektif dan tidak bocor. PSBB berlaku untuk tiap kecamatan secara ketat, disiplin dan tegas supaya covid ini cepat selesai sehingga PSBB-nya hanya 14 hari. Kita tidak ingin longgar agar tidak lambat dan tidak mengakibatkan korban jiwa,” ungkapnya.(4215)***

Tags

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close