Regional

Warga Laporkan Dugaan Pemalsuan Dokumen Tanah, Ditangani Polisi

Radio Trimekar FM – H. Danu Heruwinata, warga Desa Raharja Kec. Tanjungsari mengaku dirugikan soal dugaan pemalsuan dokumen tanah.

Tepatnya, tanah tersebut di Blok Cigembong Dusun Cipelah, Desa Mekarbakti, Kecamatan Pamulihan, Sumedang.

Diketahui, sekira tahun 1989 sampai dengan 2004, dirinya membeli tanah diwilayah tersebut seluas kurang lebih 4 hektare.

Tanah tersebut dibeli secara bertahap yang juga dilengkapi beberapa bukti seperti kwitansindan sebagainya.

Ia mengaku aneh, karena pada Juni 2020 sebagian tanah seluas 1.7 hektare akan dijual oleh orang lain.

Diketahui, akan diju kepada pihak perusahaan untuk dijadikan lokasi perumahan.

“Ada beberapa surat atau dokumen tanah yang diduga direkayasa,” katanya, Jumat 19 Juni 2020.

Seperti, kata dia, dalam Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB yang diduga direkayasa.

“Ada dugaan rekayasa, bahwa seolah-olah sebelumnya tanah itu dibeli dari pemilik atas nama Encu, Anah, Entor, Samud dan Idi,” ujarnya.

Kemudian setelah ditelusuri, didapati bahwa nama-nama yang menjual tanah itu pun justru mengaku seolah tak pernah merasa memiliki dan atau menjual tanah kepada dirinya.

“Heran, karena bisa-bisanya ada oknum yang menandatangani Akta Jual Beli (AJB), padahal tanah tersebut sebelumnya sudah saya beli,” kata Danu.

Ini keteledoran, tanpa ada konfirmasi ke dirinya selaku yang sebelumnya sudah membebaskan tanah itu.

“Sudah jelas sekali jika saya telah membeli tanah itu, tapi aneh sekarang bisa berpindah tangan ke orang lain,” ucapnya.

Selain itu, kata dia, adanya manipulasi data sehingga SPPT Pajak Bumi Bangunan (PBB) beralih nama tanpa sepengetahuannya.

“Saya sudah koordinasi dengan pihak kepolisian guna menelusuri dugaan manipulasi data pertanahan ini,” ucapnya.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi ke sejumlah aparatur Pemerintah Desa Mekarbakti, mengaku tidak mengetahui adanya balik nama dibeberapa kikitir desa yang luasnya mencapai 4 hektarr tersebut.

“Apalagi jika sudah terbit AJB,  seharusnya aparatur pemerintah desa mengetahuinya,” kata aparatur desa yang tak mau dikutip identitasnya.

Tapi, kata dia, sejauh ini memang pihak desa tidak tahu soal itu.

Kasat Reskrim Polres Sumedang, AKP Yanto Selamet kepada wartawan mengatakan jika persoalan tersebut dalam penyelidikan. (Opah/Ceng)***

Ket. Foto : Warga melintas di lahan yang dipersoalkan di Blok Cigembong Dusun Cipelah, Desa Mekarbakti, Kecamatan Pamulihan, Sumedang.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close