IMG-20191114-WA0033:

Obsatar Sinaga Menilai Teror di Mapolrestabes Medan, Kelompok JAD

TERBIT: REPORTER: EDITOR:

BANDUNG, TRIMEKAR – Pengamat Terorisme, Prof Obsatar Sinaga mengatakan bahwa aksi Teror kemarin dilakukan oleh kelompok JAD.

Hal itu, terlihat karena gayanya yang memang begitu, doktrin orang kemudian nekad melakukan gerakan atau bom bunuh diri biasanya JAD.

“JAD itu selnya banyak ada di mana-mana. Terutama di indonesia itu ada di wilayah jawa Barat, mereka ini biasanya mendoktrin orang dengan kecepatan tinggi dan orang itu langsung merasa dia harus berjihad,” katanya, Kamis (14/11/2019).

Prof Obi mengatakan, dua tahun belakangan ini targetnya selalu petugas dalam hal ini polisi.

“JAD ini menyasar Polisi, alasannya dendam dengan kebijakan pimpinan polri sebelum ini dengan tembak mati,” ucapnya.

Ia berharap, Kapolri saat ini mampu penetrasi dengan persuasif dan mudah-mudahan tidak represif.

Mungkin akan lebih baik lagi karena kebijakan tembak mati akan menimbulkan dendam terhadap keluarganya, sodaranya, anak istrinya.

“Kalo liat karakter kapolri yang sekarang gak kaya gitu sepertinya,” ucapnya.

Diharapkan, Polri harus segera merangkul warga masyarakat dalam mengantisipasi Radikalisme saat ini.

“Sekarang sudah ada teknologi semua orang di indonesia ini pegang handphone, harusnya cara melibatkan masyarakat semesta harusnya dilakukan polri jadi kalo ada jentik teroris dan radikalis cepat dilaporkan sehingga polri punya situs atau wa group dengan komunitas masyarakat,” ujarnya.

Memang perlu waktu panjang karena image Polri, jadi di benahi dulu Polrinya, jangan taunya polisi itu yang suka nilang itu, perlu gerakan panjang Polri untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

“Dari situ baru bisa dilibatkan masyarakat, kalo masyarakat sudah dilibatkan kalo semua rakyat dilibatkan mau bikin gerakan seperti apa mereka susah,artinya pergerakannya lebih sulit,” katanya.

Persoalan saat ini adalah rakyat mau gak?.

“Kepercayaan masyarakat terhadap polisi harus di tingkatkan ,kalo sekarang kan masyarakat menganggap biarin kan polisi yang penting bukan kita,sulit akhirnya masyarakat jadi apatis,” tuturnya.

Jaringan JAD selama ini targetnya polri, walaupun saat ini kurang berhasil, itu juga salah satu bukti bahwa mereka bukan masyarakat yang terlatih.

“Mereka itu hanya punya modal nekad yang mereka lakukan tidak dengan keahlian. Kapolri baru punya tugas berat melakukan perubahan dalam sistem hubungan polisi dengan masyarakat jangan bersifat eksklusif,” katanya.

Bentuk hubungan baru, bertujuan baik bagi Polri, apalagi Penanganan Radikalisme era saat ini. (TM-2/AP)***

Sumber Berita: Radio Trimekar 93,9 MHz
Berita Terbaru

Kapolres Lakukan Sertijab Sejumlah Pejabat Utama Polres Sumedang

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Herman Habibullah: Kemandirian dan Keramat Pesantren Harus Dijaga

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Jabatan Danramil Tanjungkerta Diserahterimakan

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Gebyar Vaksinasi Covid-19 di Cimalaka Dipantau Polisi

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Alumni Akabri 1989 Berbagi Sembako, Lakukan Vaksinasi

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Regional

Satgas Anti Rentenir Terima 7.321 Aduan, Sebagian Soal Pinjaman Online

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Garut Naik ke Level 3, Vaksinasi Digelorakan

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Wagub Uu Terapkan Program Pesantren Sehat Santri Berseri

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: FORKOWAS

Ridwan Kamil Melepas Kafilah STQH Jabar

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

HJKB 211 ‘Bandung Harmoni Tuntaskan Pandemi’

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Komentar Terbaru

 Good Jobs untuk Bank Sunedang ditengah diaruosi global menjamurnya lembaga keuangan Fintech , masih bs in the track memenuhi kewajiban nya dan menjaga performa kinerja dg baik. Yg bikin bingung adalah PT.Kampung Makmur , seperti nya gk ada bisnis kreatif yg muncul sbg terobosan atau lompatan . Yang ada adalah seperti kehilangan fokus bisnis merambah garapan aset2 Pemda yg sdh diurus elemen lain. Bingung juga mengapresiasi bisnis plan ny dg 9 core tsb . Seolah olah sdh serakah dg gagasan yg semu tdk ada cire bisnis yg fokus jd unggulan."

naya sunarya
naya****rya22@gmail.com