IMG_20191119_115045:

Hayati, Artis Jebolan KDI Ikutan SKPP Bawaslu Sumedang

TERBIT: REPORTER: EDITOR:

ADA yang menarik dalam kegiatan Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP) 2019 yang digelar Bawaslu Kabupaten Sumedang.

Dari sebanyak 60 peserta yang mengikuti kegiatan, ada sosok Nurhayati atau Hayati.

Dia, penyanyi dangdut sekaligus mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Sebelas April Sumedang jurusan Administrasi Negara.

Ditanya terkait keikutsertaannya sebagai peserta SKKP, gadis asal Darmaraja tersebut mengaku tertarik secara sukarela tanpa ada paksaan dari siapa pun.

“Saya mencoba ikut dalam kegiatan ini, karena ingin mengetahui lebih jauh mengenai demokrasi di Indonesia, khususnya di Sumedang.” kata Hayati.

Hayati yang juga artis dangdut kebanggaan Sumedang dan pernah mengikuti ajang pencarian bakat Kontes Dangdut Indonesia (KDI) itu masih aktif bernyanyi baik on air maupun off air.

“Saya ingin mengetahui lebih lanjut mengenai pengawasan pemilu yang menjadi tugas Bawaslu” ujarnya.

Menurut Haidar Ustman, selaku Koordinator Divisi Pengawasan Humas dan Hubal Bawaslu Kabupaten Sumedang, Hayati dan 59 orang peserta lainnya mengikuti SKPP Bawaslu Sumedang mendapatkan sejumlah materi baik dari Pimpinan Bawaslu Jawa Barat maupun dari para pakar pemilu dan akademisi.

“Kami senang ada Hayati di tengah sekolah kader pengawasan partisipatif, dari 60 peserta tersebut juga ada peserta yang bukan saja aktif di organisasi melainkan aktif dalam profesinya, ada yang berprofesi sebagai ojek online, penari, guru juga ada dan itu diluar mahasiswa yang aktif di organisasi kampus, hal tersebut membuktikan antusias masyarakat Sumedang ikut Sekolah kader pengawasan partisipatif,” kata Haidar.

Bawaslu Sumedang menargetkan usai Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif para peserta dapat berperan aktif dalam pengawasan partisipatif pemilu lebih jauhnya dapat mentransfer ilmu yang didapat kepada organisasinya dan masyarakat Sumedang dilingkungan masing-masing.

“Kami berharap mereka dapat menyampaikan kembali apa yang mereka dapat di kelas Sekolah Kader Pengawasan kepada rekan-rekannya, keluarga dan warga masyarakat Sumedang, dengan seperti itu maka pengawasan partisipatif dapat mendeteksi dini dugaan awal pelanggaran yang terjadi dimasyarakat dengan melaporkannya ke Bawaslu Kabupaten Sumedang,” katanya.

Di dalam Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif Bawaslu Kabupaten Sumedang para peserta di berikan materi diantaranya, pemilu, tahapan pemilu, pengawasan pemilu dan kepemimpinan disertai dengan diskusi kelas bersama dengan Fasilitator dan Co Fasilitator dari staf Bawaslu Kabupaten Sumedang. (TM-2)***

Foto : Humas Bawaslu Sumedang

Sumber Berita: Radio Trimekar 93,9 MHz
Berita Terbaru

Vaksinasi, Kodim Sumedang Datangi Sasaran Hingga Pedesaan

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Babinsa Wargaluyu Perkuat Silaturahmi Warga Binaannya

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Kapolres Lakukan Sertijab Sejumlah Pejabat Utama Polres Sumedang

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Herman Habibullah: Kemandirian dan Keramat Pesantren Harus Dijaga

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Jabatan Danramil Tanjungkerta Diserahterimakan

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Regional

Satgas Anti Rentenir Terima 7.321 Aduan, Sebagian Soal Pinjaman Online

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Garut Naik ke Level 3, Vaksinasi Digelorakan

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Wagub Uu Terapkan Program Pesantren Sehat Santri Berseri

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: FORKOWAS

Ridwan Kamil Melepas Kafilah STQH Jabar

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

HJKB 211 ‘Bandung Harmoni Tuntaskan Pandemi’

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Komentar Terbaru

 Good Jobs untuk Bank Sunedang ditengah diaruosi global menjamurnya lembaga keuangan Fintech , masih bs in the track memenuhi kewajiban nya dan menjaga performa kinerja dg baik. Yg bikin bingung adalah PT.Kampung Makmur , seperti nya gk ada bisnis kreatif yg muncul sbg terobosan atau lompatan . Yang ada adalah seperti kehilangan fokus bisnis merambah garapan aset2 Pemda yg sdh diurus elemen lain. Bingung juga mengapresiasi bisnis plan ny dg 9 core tsb . Seolah olah sdh serakah dg gagasan yg semu tdk ada cire bisnis yg fokus jd unggulan."

naya sunarya
naya****rya22@gmail.com