IMG-20200209-WA0254:

Seniman Sumedang dan Prancis Berkolaborasi

TERBIT: REPORTER: EDITOR:

TRIMEKAR – Seniman Sumedang berkolaborasi dengan para musisi dari Prancis menggebrag Aula Simponia Jakarta pada konser yang bertajuk Le Concert Impromptu Meets Simpay Panaratas, Sabtu (8/2/2020).

Sebanyak 6 orang seniman asal Sumedang dari Simpay Panaratas, pentas bareng dengan 5 musisi kelas dunia dari Prancis membawakan komposisi klasik Beethoven dan Desbussy serta lagu tradisional Sunda.

Dibuka dengan komposisi Les Indes Galantes, dilanjutkan dengan sajian etnik karya Nano S, Ngalagena.

Selanjutnya alunan musik yang berbeda gentre tersebut saling bersahutan di empat belas segmen pertunjukan.

Penampilan menarik tersebut dipungkas dengan eksplorasi bersama kesebelas musisi dalam balutan lagu klasik Danse Des Sauvages dan lagu Sunda Sabilulungan.

Standing applause hadirin pun menggema di J.S. Bach Recital Hall Aula Simponia sebagai tanda sukses dan klimaknya konser tersebut.

“Saya bangga pada para seniman Sumedang yang multi talenta. Mereka memiliki kemampuan musikalitas yang luar biasa. Semuanya dapat memainkan lebih dari 3 alat musik, mulai alat musik tabuh/pukul seperti saron, bonang dan kendang, alat musik gesek seperti rebab dan tarawangsa, alat musik tiup suling, sampai dengan alat musik petik kacapi. Mereka bisa mengimbangi permainan musisi kelas dunia Le Concert Impromptu dari Prancis, bahkan untuk beberapa segmen melampauinya,” kata Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir di Jakarta, Minggu (10/2/2020).

Konser bersama tersebut digelar dalam rangka memperingati hubungan diplomatik ke 70 antara Indonesia dan Prancis.

Selain dihadiri Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Olivier Chambard, konser musik klasik dan tradisional tersebut dihadiri pula oleh Music Director sekaligus pemilik Aula Simponia, Stephen Tong, serta para diplomat dan ekspatriat dari berbagai negara, khususnya dari Prancis dan negara-negara Eropa.

“Ini kontribusi Sumedang untuk Indonesia. Hubungan diplomatik di bidang kebudayaan dengan Prancis ini sudah kami jalin hampir satu tahun. Sebelumnya, pada bulan Mei 2019, dalam rangka ulang tahun peresmian menara Eiffel ke 130, seniman Sumedang dengan Gamelan Sarioneng Parakansalak, tampil memukau bersama Jakarta Simponia Orchestra di Aula Simponia pada konser Impressions Universelles,” ujar Dony.

Dijelaskan bahwa beberapa bulan setelah nya, tepatnya bulan Juli 2019, Duta Besar Prancis untuk Indonesia saat itu berkunjung ke Sumedang. Beliau menginap dan menikmati suguhan seni budaya, destinasi wisata dan kuliner khas Sumedang.

“Sebagai kelanjutannya, Insya Allah bulan Juni 2020 ini, kami diundang Atase Kebudayaan pada Kedutaan Besar Indonesia di Prancis untuk melaksanakan konser gamelan di Paris. Selain lanjutan peringatan hubungan diplomatik Indonesia-Prancis ke 70, kunjungan tersebut kami manfaatkan untuk menjalin hubungan diplomatik yang lebih erat melalui sister city antara Sumedang dengan salah satu kota di Prancis,” kata Bupati Dony. (Opah)***

Sumber Berita: Radio Trimekar 93,9 MHz
Berita Terbaru

Vaksinasi, Kodim Sumedang Datangi Sasaran Hingga Pedesaan

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Babinsa Wargaluyu Perkuat Silaturahmi Warga Binaannya

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Kapolres Lakukan Sertijab Sejumlah Pejabat Utama Polres Sumedang

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Herman Habibullah: Kemandirian dan Keramat Pesantren Harus Dijaga

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Jabatan Danramil Tanjungkerta Diserahterimakan

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Regional

Satgas Anti Rentenir Terima 7.321 Aduan, Sebagian Soal Pinjaman Online

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Garut Naik ke Level 3, Vaksinasi Digelorakan

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Wagub Uu Terapkan Program Pesantren Sehat Santri Berseri

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: FORKOWAS

Ridwan Kamil Melepas Kafilah STQH Jabar

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

HJKB 211 ‘Bandung Harmoni Tuntaskan Pandemi’

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Komentar Terbaru

 Good Jobs untuk Bank Sunedang ditengah diaruosi global menjamurnya lembaga keuangan Fintech , masih bs in the track memenuhi kewajiban nya dan menjaga performa kinerja dg baik. Yg bikin bingung adalah PT.Kampung Makmur , seperti nya gk ada bisnis kreatif yg muncul sbg terobosan atau lompatan . Yang ada adalah seperti kehilangan fokus bisnis merambah garapan aset2 Pemda yg sdh diurus elemen lain. Bingung juga mengapresiasi bisnis plan ny dg 9 core tsb . Seolah olah sdh serakah dg gagasan yg semu tdk ada cire bisnis yg fokus jd unggulan."

naya sunarya
naya****rya22@gmail.com