IMG_20200221_235657:

Sumedang Siaga dan Tanggap Penanganan COVID-19

TERBIT: REPORTER: EDITOR:

TRIMEKAR – Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang terus meningkatkan kesiapsiagaan dan ketanggapan dalam penanganan dan pencegahan COVID-19.

“Sejak bulan Januari 2020 Pemerintah Kabupaten Sumedang sudah melakukan langkah-langkah antisipatif dalam penanganan COVID-19, antara lain melalui optimalisasi program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta pengawasan kepada para tenaga kerja asing di beberapa perusahaan,” kata Bupati Sumedang, Doni Ahmad Munir di Sumedang, Rabu (4/3).

Selanjutnya pasca Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan status tanggap darurat terhadap COVID-19, Pemerintah Kabupaten Sumedang langsung melaksanakan tindak lanjut.

“Hari kemarin begitu beres pengarahan dari Provinsi, sore harinya kami mengadakan rapat koordinasi di Gedung Negara. Hari ini Sekretariat Daerah dan Dinas Kesehatan langsung bergerak melaksanakan diseminasi khusus kepada para petugas kesehatan di lingkungan Dinas Kesehatan dan RSUD, serta para Camat,” ungkapnya

Dijelaskan Bupati Dony, melalui konsolidasi dan diseminasi tersebut, semua petugas kesehatan diharapkan mengetahui dan memahami Standar Operasional dan Orosedur (SOP) penanganan COVID-19 sesuai arahan Kementerian Kesehatan.

Sedangkan untuk para Camat diarahkan agar segera melaksanakan sosialisasi penanganan COVID-19 kepada masyarakat.

“Semua tenaga kesehatan siap siaga, terutama di Puskesmas dan RSUD dalam menghadapi berbagai kemungkinan. Untuk RSUD sudah menyiapkan ruang isolasi dengan kapasitas 12 tempat tidur. Kami berharap masyarakat Sumedang tenang tapi selalu waspada,” ujarnya.

Masyarakat yang memiliki gejala COVID-19, seperti demam, batuk, dan sesak napas, dan riwayat perjalanan ke negara terjangkit COVID-19 diminta segera memeriksakan diri ke Puskesmas, RSUD maupun rumah sakit terdekat.

“Puskesmas maupun rumah sakit yang memeriksa pasien yang memiliki gejala atau riwayat perjalanan ke luar negeri akan melapor kepada Dinas Kesehatan yang kemudian akan diteruskan kepada Crisis Centre di tingkat Provinsi,” imbuh Dony.

Crisis Centre itulah yang menentukan apakah pasien masuk kategori pengawasan atau pemantauan. Agar tindakan yang dilakukan sesuai dengan prosedur.

Jika masuk kategori pemantauan, pasien dibolehkan pulang dan akan mendapatkan pantauan dari Puskesmas maupun Dinkes Kabupaten.

“Selama 14 hari itu dipantau dan petugas Puskemas maupun dinas akan datang memeriksa. Kalau terjadi kondisi semakin menurun, akan masuk ke pengawasan,” katanya.

Disampaikan, pasien yang masuk pengawasan akan dirawat di rumah sakit dan mendapatkan penanganan sesuai dengan gejalanya.

Sambil dilakukan tata laksana rumah sakit dan diberi obat sesuai gejalan atau keluhan, rumah sakit akan mengambil sampel. Kemudian menentukan apakah positif COVID-19 atau tidak.

“Kami juga memiliki call center. Masyarakat bisa menghubungi kami melalui sambungan 119 apabila mempunyai gejala COVID-19, riwayat perjalanan luar negeri, atau menjalin kontak dengan pasien positif COVID-19,” kata Dony.

Selanjutnya Dony menegaskan, bahwa COVID-19 bisa dicegah. Karena itu sebagai langkah preventif, warga masyarakat  diminta untuk menjaga imunitas tubuh dengan konsumsi gizi seimbang serta malakukan Gerakan Masyarakat Hidup  Sehat (GERMAS).

“Kami imbau juga agar masyarakat menghindari tempat yang ramai atau berdesakan. Jika terpaksa gunakan alat pelindung diri seperti masker. Perhatikan etika batuk, serta biasakan cuci tangan setelah kontak dengan benda di lingkungan sekitar dan jangan menyentuh mulut, hidung dan mata sebelum cuci tangan,” tegas Dony.

Berikut Nomor Hotline COVID19 : 
– Dinas Kesehatan Provinsi Jabar: 0811-2093-306
– Call Center Sumedang : 119

Sumber Berita: Radio Trimekar 93,9 MHz
Berita Terbaru

Vaksinasi, Kodim Sumedang Datangi Sasaran Hingga Pedesaan

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Babinsa Wargaluyu Perkuat Silaturahmi Warga Binaannya

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Kapolres Lakukan Sertijab Sejumlah Pejabat Utama Polres Sumedang

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Herman Habibullah: Kemandirian dan Keramat Pesantren Harus Dijaga

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Jabatan Danramil Tanjungkerta Diserahterimakan

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Regional

Satgas Anti Rentenir Terima 7.321 Aduan, Sebagian Soal Pinjaman Online

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Garut Naik ke Level 3, Vaksinasi Digelorakan

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Wagub Uu Terapkan Program Pesantren Sehat Santri Berseri

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: FORKOWAS

Ridwan Kamil Melepas Kafilah STQH Jabar

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

HJKB 211 ‘Bandung Harmoni Tuntaskan Pandemi’

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Komentar Terbaru

 Good Jobs untuk Bank Sunedang ditengah diaruosi global menjamurnya lembaga keuangan Fintech , masih bs in the track memenuhi kewajiban nya dan menjaga performa kinerja dg baik. Yg bikin bingung adalah PT.Kampung Makmur , seperti nya gk ada bisnis kreatif yg muncul sbg terobosan atau lompatan . Yang ada adalah seperti kehilangan fokus bisnis merambah garapan aset2 Pemda yg sdh diurus elemen lain. Bingung juga mengapresiasi bisnis plan ny dg 9 core tsb . Seolah olah sdh serakah dg gagasan yg semu tdk ada cire bisnis yg fokus jd unggulan."

naya sunarya
naya****rya22@gmail.com