IMG-20200407-WA0121:

Al Ma’soem Bantu Warga Terdampak Covid-19

TERBIT: REPORTER: EDITOR:

Radio Trimekar FM – Terdampak Covid-19 yang terkena imbas secara ekonomi diantaranya para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) seperti pedagang kantin, karyawan harian lepas, tukang ojek pangkalan, ojek online, tukang becak dan pedagang roda dorong .

Diketahui, mereka kehilangan pendapatan, khususnya bagi pedagang kantin dan karyawan harian lepas.

Sedangkan pelayan jasa angkutan pendapatannya menurun drastis, bahkan nyaris kehilangan pendapatan dampak virus corona tersebut.

Direktur Pendidikan Al Masoem Bandung Drs. Asep Sujana, M.M., mengatakan, menghadapi kondisi ekonomi yang dialami oleh para pelaku usaha pedagang kantin maupun karyawan harian lepas, Musa’adatul Ummah Al Ma’soem berinisiatif untuk mengumpulkan donasi dari karyawan Al Ma’soem Group dan Komisaris dan pengurus Yayasan Al Ma’soem untuk membantu masyarakat yang terdampak physical distancing covid-19.

Berkaca dari situasi tersebut, Al Ma’soem berpikir untuk memberikan jaminan sosial untuk mereka yang kehilangan pendapatan.

Contohnya kepada para pedagang, karyawan harian lepas yang ada di lingkungan Kampus Al Masoem.

“Selain itu, kepada tukang ojek pangkalan, ojek online, dan tukang becak,” kata Asep Sujana didampingi Humas Yayasan Al Ma’soem Bandung Ayi Miraj kepada wartawan di Kampus Al Ma’soem Jalan Raya Cipacing Desa Cipacing Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang, Selasa (7/4/2020).

Dikatakan Asep Sujana, memberikan jaminan sosial itu berupa pemberian uang kadeudeuh dan sembako serta bantuan lainnya, yang sangat urgen dibutuhkan mereka sehari-hari setelah terdampak covid-19.

“Khususnya para pedagang, yang ada di lingkungan Kampus Al Ma’soem itu sebanyak 38 kantin. Sehari-harinya mereka mendapatkan penghasilan dari penjualan makanan dan minuman dengan pembelinya para siswa. Sekarang mereka tak memiliki pendapatan karena tak berjualan setelah kegiatan belajar mengajar para siswa SD, SMP, SMA dan Ma’soem University diliburkan dampak dari kondisi covid-19,” tuturnya.

Mereka diantaranya para pekerja harian lepas pada bidang laundri atau yang sehari-hari mencuci pakaian santri mencapai 36 orang, katanya, juga merasakan dampak yang sama.

“Mereka tak memiliki pekerjaan lain yang diandalkan, sehingga kehilangan pendapatan. Melihat situasi sosial dan ekonomi mereka itu, kami pun turut membantunya,” katanya.

Dikatakan, memberikan jaminan sosial kepada para pelaku usaha dan karyawan harian lepas, serta pekerja di luar Kampus Al Ma’soem, sudah dilakukan pihaknya sebelum pemerintah mengumumkan akan memberikan jaminan sosial kepada mereka yang terdampak ekonominya akibat Covid-19.

“Kita sudah lebih dulu melaksanakan hal itu. Memberikan jaminan sosial kepada para pedagang dan karyawan harian lepas,” ujarnya. (4215)***

Sumber Berita: Radio Trimekar 93,9 MHz
Berita Terbaru

Vaksinasi, Kodim Sumedang Datangi Sasaran Hingga Pedesaan

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Babinsa Wargaluyu Perkuat Silaturahmi Warga Binaannya

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Kapolres Lakukan Sertijab Sejumlah Pejabat Utama Polres Sumedang

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Herman Habibullah: Kemandirian dan Keramat Pesantren Harus Dijaga

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Jabatan Danramil Tanjungkerta Diserahterimakan

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Regional

Satgas Anti Rentenir Terima 7.321 Aduan, Sebagian Soal Pinjaman Online

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Garut Naik ke Level 3, Vaksinasi Digelorakan

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Wagub Uu Terapkan Program Pesantren Sehat Santri Berseri

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: FORKOWAS

Ridwan Kamil Melepas Kafilah STQH Jabar

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

HJKB 211 ‘Bandung Harmoni Tuntaskan Pandemi’

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Komentar Terbaru

 Good Jobs untuk Bank Sunedang ditengah diaruosi global menjamurnya lembaga keuangan Fintech , masih bs in the track memenuhi kewajiban nya dan menjaga performa kinerja dg baik. Yg bikin bingung adalah PT.Kampung Makmur , seperti nya gk ada bisnis kreatif yg muncul sbg terobosan atau lompatan . Yang ada adalah seperti kehilangan fokus bisnis merambah garapan aset2 Pemda yg sdh diurus elemen lain. Bingung juga mengapresiasi bisnis plan ny dg 9 core tsb . Seolah olah sdh serakah dg gagasan yg semu tdk ada cire bisnis yg fokus jd unggulan."

naya sunarya
naya****rya22@gmail.com