IMG_20200415_203757:

Tanggulangi Pandemi Covid-19, Coca-Cola Bantu PMI 10 Miliar

TERBIT: REPORTER: EDITOR:

TRIMEKAR – The Coca-Cola Foundation, Coca-Cola Indonesia, dan Coca-Cola Amatil Indonesia (“Coca-Cola”) mengumumkan komitmennya pada hari ini (13/04) untuk bantuan kemanusiaan dalam menghadapi pandemi COVID-19 di Indonesia. Coca-Cola memberikan bantuan senilai Rp 10 miliar yang disalurkan kepada Palang Merah Indonesia (PMI) sebagai lembaga kemanusiaan yang berfokus pada penyediaan layanan vital bagi masyarakat yang terkena dampak dari wabah ini.

Kontribusi dari Coca-Cola akan mendukung upaya Palang Merah Indonesia untuk membantu mengurangi penyebaran.

Penyerahan bantuan kemanusiaan dilakukan antara Diego Gonzalez, Presiden Direktur PT Coca-Cola Indonesia dan Kadir Gunduz, Managing Director Coca-Cola Amatil Indonesia & PNG kepada Bapak Jusuf Kalla Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI).

Penyerahan bantuan ini dilakukan di lokasi terpisah, dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah untuk “menjaga jarak / physical distancing” selama pandemi COVID-19 berlangsung di Indonesia.

Presiden Direktur Coca-Cola Amatil Indonesia & PNG Kadir Gunduz mengatakan bahwa pandemi COVID-19 merupakan krisis dunia, dan bisnis perlu memainkan peran mereka dalam memberikan bantuan.

“Hilangnya nyawa dan ancaman terhadap kesehatan masyarakat akibat penyebaran virus korona sangatlah menyedihkan. Oleh karena itu, bisnis memiliki peran penting dalam dalam situasi darurat, bersama dengan pemerintah, komunitas dan masyarakat. Pada saat ini, saya ingin mengucapkan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada semua pahlawan medis dan sukarelawan di garda depan yang bekerja siang dan malam untuk menjaga orang-orang tetap aman, berjuang melawan COVID-19. Kami sangat tersentuh dan menghormati keberanian dan ketangguhan mereka,” katanya, Minggu 13 April 2020.

Direktur Public Affairs and Communications PT Coca-Cola Indonesia Triyono Prijosoesilo, menyampaikan itu adalah waktu yang sulit bagi kita semua, dan Coca-Cola berkomitmen penuh untuk turut dapat membantu.

“Setelah melihat perkembangan situasi COVID-19 di Indonesia, kami memutuskan untuk sementara waktu menangguhkan kegiatan periklanan kami. Prioritas kami saat ini adalah untuk mendukung keselamatan dan kesejahteraan karyawan kami dan juga masyarakat luas. Oleh karena itu, kami mengalihkan fokus untuk mendukung kegiatan kemanusiaan yang dapat membantu mengatasi wabah COVID-19,” ujarnya.

Sejak 23 Maret 2020, kegiatan iklan komersial Coca-Cola beserta semua merek dagang Coca-Cola di Indonesia (Coca-Cola, Fanta, Sprite, Nutriboost, Frestea, Minutemaid Pulpy, Ades, Aquarius) telah berhenti sementara.

Ruang media dan sumber daya Coca-Cola akan dialih-fungsikan guna meningkatkan pemahaman dan kesadaran mengenai COVID-19, serta untuk mendukung bantuan dan tanggap darurat bagi mereka yang terkena dampak pandemi COVID-19.

“Mengatasi pandemi COVID-19 menjadi salah satu prioritas dari Palang Merah Indonesia (PMI). Kami memobilisasi sumber daya yang dimiliki PMI untuk masyarakat dan pemerintah dalam melakukan tindakan pencegahan, deteksi dan tindakan penanganan. Dalam masa-masa yang penuh tantangan ini, kami sangat mengapresiasi bantuan yang diberikan oleh Coca-Cola kepada kami. Dana yang diterima akan dimanfaatkan untuk kegiatan edukasi, serta penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) yang sangat dibutuhkan dan melaksanakan berbagai layanan PMI seperti ambulans, pertolongan pertama/ perawatan keluarga, distribusi logistik, layanan psikososial, penyemprotan disinfektan,” imbuh Jusuf Kalla, Ketua Umum PMI.

Jusuf Kalla juga menambahkan, sampai dengan Jumat (27/03), PMI telah melakukan penyemprotan di 6.839 titik di 131 Kab/Kota meliputi 26 Provinsi di Indonesia.

“Lokasi penyemprotan difokuskan di area-area seperti rumah-rumah ibadah, sekolah, pasar, perkantoran, dan gedung pemerintahan,” katanya.

Selain untuk mendukung aksi di Jakarta, PMI Pusat juga telah membuat gudang darurat untuk penanganan COVID-19 bertempat di halaman Gedung Smesco di Jakarta.

Gudang logistik darurat ini untuk menampung berbagai sarana dan prasarana pendukung upaya penanganan COVID-19 oleh PMI, seperti 120 unit mobil tangki air yang dimodifikasi menjadi kendaraan penyemprotan disinfektan, kendaraan pick up sebanyak 230 unit, dan peralatan penyemprotan serta cairan disinfektan.

Bantuan yang disediakan oleh Coca-Cola diserahkan kepada PMI, kemudian akan disalurkan untuk bantuan darurat seperti program edukasi virus Corona, pelatihan deteksi dini dan respon, terutama di daerah yang menampung komunitas yang paling rentan.

Dana tersebut juga akan mendukung penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) untuk petugas kesehatan dan sukarelawan dari Palang Merah Indonesia.

Disamping itu, Coca-Cola juga menyediakan 1 juta minuman bagi mereka yang bertugas di garis depan dalam penanganan, pelayanan dan perawatan COVID-19 di tanah air dan akan disalurkan melalui mitra-mitra lainnya. (4215)***

Sumber Berita: Radio Trimekar 93,9 MHz
Berita Terbaru

Polres Sumedang Tangkap Pengedar Sabu

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Kapolres Tekankan Warga Terapkan Prokes dalam Pilkades Serentak

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Ini Cara Babinsa Wargaluyu Perkuat Silaturahmi dengan Warga, Cegah Covid-19

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Atalia: Perluas Cakupan Vaksinasi Covid-19, Kasus Naik dan Turun

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Kadiskominfo: Garut Belum Aman Covid-19, Terapkan Prokes

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Regional

Atalia: Perluas Cakupan Vaksinasi Covid-19, Kasus Naik dan Turun

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Kadiskominfo: Garut Belum Aman Covid-19, Terapkan Prokes

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Wagub Jabar: PTM di Pangandaran Berjalan Baik, Terapkan Prokes

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Ruddy: Awal November, Garut Turun ke Level 2

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: FORKOWAS

Wisata Alam Teras Kahuripan, Nyaman dan Bikin Pengunjung Puas

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Komentar Terbaru

 Good Jobs untuk Bank Sunedang ditengah diaruosi global menjamurnya lembaga keuangan Fintech , masih bs in the track memenuhi kewajiban nya dan menjaga performa kinerja dg baik. Yg bikin bingung adalah PT.Kampung Makmur , seperti nya gk ada bisnis kreatif yg muncul sbg terobosan atau lompatan . Yang ada adalah seperti kehilangan fokus bisnis merambah garapan aset2 Pemda yg sdh diurus elemen lain. Bingung juga mengapresiasi bisnis plan ny dg 9 core tsb . Seolah olah sdh serakah dg gagasan yg semu tdk ada cire bisnis yg fokus jd unggulan."

naya sunarya
naya****rya22@gmail.com