IMG-20200421-WA0290:

Ini Pesan Bupati untuk Warga dan Petugas di Posko Pemeriksaan  

TERBIT: REPORTER: EDITOR:

TRIMEKAR – Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir didampingi jajaran melakukan monitoring kesiapan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Sosial (PSBB) di posko pemeriksaan kesehatan atau check point kewilayahan PSBB Desa Cikaramas Kecamatan Tanjungmedar, Selasa (21/4/2020).

Monitoring ini dilakukan seiring dengan pemberlakuan PSBB di seluruh kecamatan di Kabupaten Sumedang yang akan mulai dilaksanakan besok tanggal 22 april selama 14 hari kedepan sebagai upaya menekan penyebaran virus corona (COVID-19).
⁣⁣
Tiba di cek poin, terpantau para petugas yang terdiri dari tim gabungan TNI, Polri, Satpol PP, Tim Medis dari Puskesmas dibantu para relawan sedang melakukan pemeriksaan kendaraan.

Pemeriksaan penggunaan masker dan melakukan cek kesehatan warga masyarakat yang memasuki wilayah di perbatasan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, perhari rata-rata masyarakat yang masuk diperbatasan kurang lebih ada sekitar 300 kendaraan.

Masyarakat yang melewati posko tersebut dilakukan pemeriksaan kesehatan sesuai dengan alur proses pemeriksaan mulai dari cuci tangan, penyemprotan disinfektan, cek suhu tubuh dan tindakan pencatatan dan pelaporan oleh tim medis.

Dalam kesempatan tersebut, bupati menyampaikan apresiasi atas kesiapan petugas posko dalam mengambil tindakan terkait pelaksanakan tugas terkait penerapan PSBB yang akan nanti diberlakukan.

“Saya minta terus pelajari secara maksimal masalah penggunaan masker, jumlah kendaraan di mobil dan motor yang masuk dan keluar. Pelajari secara maksimal Peraturan Bupati tentang pelaksanaan PSBB ini, ini yang harus kita pahami sebagai dasar kita mengambil tindakan dan saya minta nanti peta alur prosesnya sudah jelas sehingga masyarakat mengerti,” ungkapnya

Dalam penerapannya nanti, bupati juga menitipkan pesan kepada para petugas agar pelaksanaan PSBB nanti dapat dilakukan dengan konsekuen secara ketat, disiplin dan tegas.

Hal ini, kata bupati, agar penanganan covid cepat selesai dan tidak berlarut larut.

“Kami ingin semuanya berjalan efektif dan tidak bocor. PSBB berlaku untuk tiap kecamatan secara ketat, disiplin dan tegas supaya covid ini cepat selesai sehingga PSBB-nya hanya 14 hari. Kita tidak ingin longgar agar tidak lambat dan tidak mengakibatkan korban jiwa,” ungkapnya.(4215)***

Sumber Berita: Radio Trimekar 93,9 MHz
Berita Terbaru

Wapres Lantik Pamong Praja Muda IPDN, Terapkan Prokes

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Rektor IPDN: Wisudawan Agar Mampu Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

ASN Pemkot Bandung, Salurkan Ribuan Paket Sembako

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

PPKM Darurat Level 4, Polisi Cek Pasar Tradisional

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: FORKOWAS

Ribuan ASN Pemkot Bandung Pengajian, Minta Kemudahan Layani Publik Saat Pandemi

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: FORKOWAS

Regional

ASN Pemkot Bandung, Salurkan Ribuan Paket Sembako

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Gandeng Muhammadiyah, Kapolri Sebut Bantu Percepatan Vaksinasi

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: FORKOWAS

Denda Pelanggaran PPKM Darurat di Garut Lebih dari 100 Juta

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

KAHMI Jabar-ACT Berbagi Saat Pandemi

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: FORKOWAS

Gubernur Bagikan Bantuan kepada Warga Terdampak PPKM, di Kab. Bogor dan Cianjur

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN