IMG_20200421_094519:

KH. Sa’dulloh, SQ: Corona, Kini Setiap Rumah Jadi Masjid

TERBIT: REPORTER: EDITOR:

Bulan ramadhan kali ini, kita semua sedang di uji oleh sang Maha Kuasa menghadapi wabah yang begitu cetar dan membahana bahkan mengguncangkan dunia.

Ia bernama virus corona atau biasa di sebut Covid-19. Yang telah mengubah rumah-rumah-Nya di bulan suci, biasanya ramai menjadi sunyi.

Kiai Sa’dulloh (Mudir Tahfidz Ponpes. Al-Hikamussalafiyyah Sumedang) mengatakan, ini sesungguhnya Rapid Test bagi orang-orang yang beriman.

“Apakah kita masih punya stamina untuk melaksanakan terawih dan tadarus meski dalam keadaan sendiri?. Karena, adanya pandemi ini, ataukah justru kita meninggalkannya?,” ujarnya.

Corona adalah mahluk Allah SWT, yang tak akan lepas dari hisab atas pembuatannya.

Akankah ia mendapat siksa yang pedih sebab telah membuat rumah-Nya sepi?

Ataukah justru kita sebagai manusia yang akan di mintai pertanggungjawaban terkait bagaimana menyikapi kondisi ini?.

Emha Ainun Najib, tahun 1987 pernah menulis puisi tentang masjid. Yang kiranya menarik kita tarik di era pandemi ini sebagai refleksi :

Masjid itu dua macamnya
Satu ruh, lainnya badan
Satu diatas tanah berdiri
Satu bersemayam dihati

Masjid batu bata
Berdiri di mana-mana
Masjid sejati
Tak menentu tempat tinggalnya

Dari puisi itu, kita tahu bahwa korona hanya mampu mengosongkan masjid batu bata yang berdiri diatas tanah.

Masjid yang akan kita bangun dalam situasi pandemi ini yaitu ada dalam ruh kita, yang tidak akan pernah mampu di runtuhkan dan di kosongkan oleh siapapun, kecuali kita sendiri yang menghancurkan dan mengosongkannya.

Di hadapan Allah SWT, mungkin corona punya dalih bahwa ia justru melipat gandakan rumah-Nya melebihi jumlah kasus positif yang ada.

“Kini setiap rumah menjadi masjid, menjadi tempat ibadah,” kata dia.

Maka dari itu, ikhtiar yang sedang dilakukan pemerintah saat ini bermula Social Distanching, terus Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) dan yang lainnya sangatlah tepat guna memutus penyebaran virus Covid-19.

“Yang terpenting kita saling kerjasama, saling peduli, saling menyadari satu sama lain. Supaya kita bisa seperti sediakala,” ucapnya

Tetaplah di rumah, perbanyaklah berdo’a dan jadikan rumah kalian tempat beribadah seperti halnya masjid. (Helmi)***

Sumber Berita: Radio Trimekar 93,9 MHz
Berita Terbaru

Vaksinasi, Kodim Sumedang Datangi Sasaran Hingga Pedesaan

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Babinsa Wargaluyu Perkuat Silaturahmi Warga Binaannya

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Kapolres Lakukan Sertijab Sejumlah Pejabat Utama Polres Sumedang

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Herman Habibullah: Kemandirian dan Keramat Pesantren Harus Dijaga

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Jabatan Danramil Tanjungkerta Diserahterimakan

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Regional

Satgas Anti Rentenir Terima 7.321 Aduan, Sebagian Soal Pinjaman Online

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Garut Naik ke Level 3, Vaksinasi Digelorakan

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Wagub Uu Terapkan Program Pesantren Sehat Santri Berseri

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: FORKOWAS

Ridwan Kamil Melepas Kafilah STQH Jabar

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

HJKB 211 ‘Bandung Harmoni Tuntaskan Pandemi’

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Komentar Terbaru

 Good Jobs untuk Bank Sunedang ditengah diaruosi global menjamurnya lembaga keuangan Fintech , masih bs in the track memenuhi kewajiban nya dan menjaga performa kinerja dg baik. Yg bikin bingung adalah PT.Kampung Makmur , seperti nya gk ada bisnis kreatif yg muncul sbg terobosan atau lompatan . Yang ada adalah seperti kehilangan fokus bisnis merambah garapan aset2 Pemda yg sdh diurus elemen lain. Bingung juga mengapresiasi bisnis plan ny dg 9 core tsb . Seolah olah sdh serakah dg gagasan yg semu tdk ada cire bisnis yg fokus jd unggulan."

naya sunarya
naya****rya22@gmail.com