IMG-20200506-WA0214:

Hari Pertama PSBB Tahap Dua, Bupati Pantau Wilayah Perbatasan

TERBIT: REPORTER: EDITOR:

Radio Trimekar FM – Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir didamping Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Sumedang, Asep Tatang Sujana melaksanakan monitoring posko check point C PSBB di perbatasan wilayah Kecamatan Ujungjaya, Rabu, (6/5/2020).

Monitoring dilakukan seiring dengan pemberlakuan PSBB tahap II di seluruh Jawa Barat yang sudah mulai dilaksanakan pada hari ini sampai dengan tanggal 19 Mei mendatang.

Itu, sebagai upaya menekan penyebaran virus corona (COVID-19).

Tiba di cek poin, petugas hadir dilapangan secara proaktif melakukan pemeriksaan  terhadap kendaraan yang melintas.

Para pengendara, baik sepeda motor maupun mobil dilakukan cek kesehatan, jumlah penumpang dan diminta menunjukkan kartu identitas, dokumen kendaraan, asal tujuan dan lokasi yang dituju.

Bupati Dony mengatakan, pemberlakuan PSBB tahap II, penjagaan pintu masuk diperbatasan harus lebih diperketat lagi.

Menurutnya, hal ini sangat penting dilakukan lonjakan para pemudik yang melakukan perjalanan masuk dan keluar Sumedang.

“PSBB ini berhasil kalau kita bisa menghalau pemudik. Strategi kita menghalau pemudik dengan PSBB berarti harus ketat. Perbanyak penjagaan, jaga pemudik jangan sampai masuk dan hadirkan petugas ada dijalan,” ungkapnya.

Dikatakan Bupati, solusi tidak mudik atau menunda mudik lebaran menjadi solusi terbaik yang saat ini bisa diambil guna mencegah penyebaran virus corona.

Imbauan itu, demi kebaikan bersama. Pasalnya warga pemudik yang datang dari daerah terjangkit berisiko melakukan penularan di kampung halamannya.

Ditegaskannya, kalaupun sudah ada warganya yang sudah terlanjur mudik, pihaknya sudah menyiapkan ruangan isolasi.

Para pemudik dari luar daerah akan dipantau dan diisolasi selama 14 hari untuk mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19).

“Kalau terpaksa ada yang kesini akan diisolasi di sekolah terdekat yang berdekatan dengan cek point C. Anda bisa masuk ke Sumedang kalau protokol kesehatan dipenuhi, niat dan tujuannya sesuai 8 sektor yang dikecualikan serta harus¬† memperlihatkan surat tugasnya. Kalau tidak ada itu silahkan putar balik,” pungkasnya. (Azis Aspol)***

Sumber Berita: Radio Trimekar 93,9 MHz
Berita Terbaru

Herman Habibullah: Kemandirian dan Keramat Pesantren Harus Dijaga

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Jabatan Danramil Tanjungkerta Diserahterimakan

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Gebyar Vaksinasi Covid-19 di Cimalaka Dipantau Polisi

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Alumni Akabri 1989 Berbagi Sembako, Lakukan Vaksinasi

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Kodim Sumedang Gelar Gebyar Vaksinasi

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Regional

Satgas Anti Rentenir Terima 7.321 Aduan, Sebagian Soal Pinjaman Online

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Garut Naik ke Level 3, Vaksinasi Digelorakan

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Wagub Uu Terapkan Program Pesantren Sehat Santri Berseri

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: FORKOWAS

Ridwan Kamil Melepas Kafilah STQH Jabar

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

HJKB 211 ‘Bandung Harmoni Tuntaskan Pandemi’

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Komentar Terbaru

 Good Jobs untuk Bank Sunedang ditengah diaruosi global menjamurnya lembaga keuangan Fintech , masih bs in the track memenuhi kewajiban nya dan menjaga performa kinerja dg baik. Yg bikin bingung adalah PT.Kampung Makmur , seperti nya gk ada bisnis kreatif yg muncul sbg terobosan atau lompatan . Yang ada adalah seperti kehilangan fokus bisnis merambah garapan aset2 Pemda yg sdh diurus elemen lain. Bingung juga mengapresiasi bisnis plan ny dg 9 core tsb . Seolah olah sdh serakah dg gagasan yg semu tdk ada cire bisnis yg fokus jd unggulan."

naya sunarya
naya****rya22@gmail.com