IMG-20200516-WA0034:

IJTI Jabar Perkuat Mental Jurnalis TV, Hadapi Pandemi Covid-19

TERBIT: REPORTER: EDITOR:

Radio Trimekar FM – Pandemi Covid-19 yang belum mereda di Indonesia, membuat semua elemen masyarakat meronta.

Tak terkecuali para Jurnalis di industri media, yang menjadi corong dalam memperoleh data dan fakta, yang berperan aktif dalam penyebarluasan informasi publik.

Akan tetapi, sejak adanya Pandemi Covid-19, mata rantai informasi publik seolah terganjal lantaran para jurnalis pun harus bisa menyelamatkan diri, dari kepungan virus mematikan tersebut.

Terlebih para jurnalis lapangan yang setiap harinya keluar rumah, mencari, mengumpulkan, meramu dan menyebarluaskan informasi untuk kepentingan masyarakat, meski selalu dihantui oleh rasa was was terkena Covid-19.

Melihat fenomena itu, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia wilayah Jawa Barat berupaya untuk menguatkan mental dan fisik para jurnalis televisi agar senantiasa terus semangat, dalam bertugas.

“Kita tahu kondisi ini tak hanya menimpa dunia usaha, tapi dunia media pun ikut terdampak terutama teman-teman media yang berada di garda terdepan, yakni jurnalis yang ada di lapangan. Kita dari IJTI Jawa Barat konsen dan paham dengan kondisi seperti ini, untuk itu kita coba memberikan apa yang dibutuhkan oleh teman-teman jurnalis dan yang paling terdampak,” ujar Ketua IJTI Jawa Barat, Iqwan Saba Romli pada wartawan saat berada di Sekretariat Jln. Bekatonik 25 Kelurahan Cikutra Kecamatan Cibeunying Kidul Kota Bandung, Sabtu (16/5/2020).

Iqwan mengatakan, pihaknya telah memantau dan mendata siapa-siapa saja yang merasakan betul pandemi ini.

Ia menyebut, jurnalis televisi lokal dan nasional di lapangan seolah tengah terjun bebas akibat dari wabah ini.

“Teman-teman jurnalis di tv lokal kita lihat merasakan ‘terjun bebas’ tak terkecuali stringer dan pembantu editor, mereka menjerit dengan situasi ini,” kata Iqwan.

Pandemi ini, lanjut Iqwan, belum dapat dipastikan kapan benar-benar berakhir sehingga pihaknya mengajak para donatur untuk serta merta membantu para jurnalis televisi di lapangan, agar bisa mendapatkan apa yang paling dibutuhkan.

“Jurnalis juga manusia, dia warga negara Indonesia. Jurnalis bukan hanya dilihat sebagai profesi, namun juga sama butuh bantuan juga seperti halnya masyarakat lain. Kami (IJTI Jawa Barat) mencoba untuk membantu apa yang dibutuhkan, dan ini berasal dari para donatur dan uang kas kita,” ujarnya.

“Jadi di IJTI Jabar ini ada 11 Koordinator daerah (Korda) nah kita berikan sembako, APD dan hand sanitizer. Apalagi jurnalis di lapangan (kontributor) yang setiap harinya harus keluar rumah, agar mendapatkan penghasilan,” beber Iqwan.

“Untuk jurnalis tv tetap safety, tetap menjadi jurnalis yang bertanggung jawab, bantu masyarakat dan pemerintah dengan informasi yang kredibel, akurat, serta membangun. Berikan informasi yang mengandung harapan, bukan ketakutan. kita yakin teman-teman jurnalis televisi kuat, semoga pandemi ini segera berakhir,” ujarnya. (Aziz Aspol)***

Sumber Berita: Radio Trimekar 93,9 MHz
Berita Terbaru

Polres Sumedang Tangkap Pengedar Sabu

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Kapolres Tekankan Warga Terapkan Prokes dalam Pilkades Serentak

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Ini Cara Babinsa Wargaluyu Perkuat Silaturahmi dengan Warga, Cegah Covid-19

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Atalia: Perluas Cakupan Vaksinasi Covid-19, Kasus Naik dan Turun

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Kadiskominfo: Garut Belum Aman Covid-19, Terapkan Prokes

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Regional

Atalia: Perluas Cakupan Vaksinasi Covid-19, Kasus Naik dan Turun

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Kadiskominfo: Garut Belum Aman Covid-19, Terapkan Prokes

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Wagub Jabar: PTM di Pangandaran Berjalan Baik, Terapkan Prokes

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Ruddy: Awal November, Garut Turun ke Level 2

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: FORKOWAS

Wisata Alam Teras Kahuripan, Nyaman dan Bikin Pengunjung Puas

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Komentar Terbaru

 Good Jobs untuk Bank Sunedang ditengah diaruosi global menjamurnya lembaga keuangan Fintech , masih bs in the track memenuhi kewajiban nya dan menjaga performa kinerja dg baik. Yg bikin bingung adalah PT.Kampung Makmur , seperti nya gk ada bisnis kreatif yg muncul sbg terobosan atau lompatan . Yang ada adalah seperti kehilangan fokus bisnis merambah garapan aset2 Pemda yg sdh diurus elemen lain. Bingung juga mengapresiasi bisnis plan ny dg 9 core tsb . Seolah olah sdh serakah dg gagasan yg semu tdk ada cire bisnis yg fokus jd unggulan."

naya sunarya
naya****rya22@gmail.com