IMG-20200615-WA0178:

PPDB SMA Negeri 1 Sumedang, Data Jalur KETM Diverifikasi

TERBIT: REPORTER: EDITOR:

Radio TRIMEKAR FM – SMA Negeri 1 Sumedang melakukan verifikasi data Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 dari jalur Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM).

Pihak sekolah membentuk Tim Relawan Verifikasi Data Faktual PPDB SMAN 1 Sumedang yang bekerja langsung memverifikasi keabsahan data pendukung dari calon siswa yang mendaftar.

Dikatakan Ketua Panitia PPDB SMAN 1 Sumedang, Suhud yang juga mengatakan tim tersebut terdiri dari LSM, media dan terbagi dalam dua kelompok.

“Mereka akan mendatangi tempat domisili rumah siswa yang didaftarkan melalui jalur KETM dan menyebar di wilayah Sumedang,” ucapnya, Senin 15 Juni 2020.

Alhamdulillah sebagian besar sesuai dengan dokumen yang mereka berikan, KTEM ternyata betul.

“Mereka ternyata orang yang benar-benar kurang mampu,” ujar Suhud.

Dikatakan dia, dari jumlah kuota sebanyak 75 orang, sebanyak 67 siswa telah mendaftar ke SMA Negeri 1 Sumedang melalu jalur KTEM.

Menurut Suhud, pihaknya tak hanya akan melakukan verifikasi siswa yang mendaftar melalui jalur KTEM saja.

Tapi, kata dia, akan memverifikasi melalui jalur rapor. Hal itu dilakukan sebut Suhud, untuk menghindari adanya pemalsuan nilai rapor.

“Tidak hanya KTEM, karena rapor rawan dipalsukan. Mungkin saja rapornya 78 jadinya 87 itu kan yang inputnya SMP. Karena rapor zaman sekarang beda dengan jaman dulu. Kalau dulu rapornya berupa buku, sekarang dicetak,” ujarnya.

Kalau ada perubahan nilai, tinggal dicabut diganti dengan yang baru.

“Kita antisopasi terjadi kemungkinan seperti itu. Kasihan anak-anak yang benar-benar jujur, tarohlah nilainya 85, dia dapatnya susah dapat mikir, benar-benar berdasarkan hasil kerja keras. Terus kalah sama anak yang sebenarnya 78 tapi tertulis 87,” katanya.

Ketika pihak Panitia PPDB merasa curiga dengan rapor siswa, maka pihaknya akan langsung melakukan verifikasi ke sekolah yang bersangkutan.

“Apakah betul, misalkan kita curiga nilainya 98. Apa benar nilainya itu 98, maka kita minta untuk mengupload rapornya atau mungkin saja rapor itu sudah dilaksanakan oleh SMP jadi kita tinggal melihatnya saja dari data-data yang sudah disimpan oleh SMP ketika mereka akan mendaftar,” jelas dia.

Lebih lanjut sebut Suhud, untuk dua gelombang kuota keseluruhan berjumlah sebanyak 408 siswa.

“Untuk saat ini 50 persen melalui jalur prestasi rapor, kejuaraan, afirmasi dan perpindahan orang tua dan anak guru,” ucapnya.

Dari sekian jalur yang dibuka untuk SMA Negeri 1 Sumedang paling banyak sebut Suhud dari jalur akademis. (Iwan R/Uu)***

Sumber Berita: Radio Trimekar 93,9 MHz
Berita Terbaru

Polres Sumedang Tangkap Pengedar Sabu

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Kapolres Tekankan Warga Terapkan Prokes dalam Pilkades Serentak

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Ini Cara Babinsa Wargaluyu Perkuat Silaturahmi dengan Warga, Cegah Covid-19

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Atalia: Perluas Cakupan Vaksinasi Covid-19, Kasus Naik dan Turun

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Kadiskominfo: Garut Belum Aman Covid-19, Terapkan Prokes

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Regional

Atalia: Perluas Cakupan Vaksinasi Covid-19, Kasus Naik dan Turun

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Kadiskominfo: Garut Belum Aman Covid-19, Terapkan Prokes

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Wagub Jabar: PTM di Pangandaran Berjalan Baik, Terapkan Prokes

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Ruddy: Awal November, Garut Turun ke Level 2

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: FORKOWAS

Wisata Alam Teras Kahuripan, Nyaman dan Bikin Pengunjung Puas

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Komentar Terbaru

 Good Jobs untuk Bank Sunedang ditengah diaruosi global menjamurnya lembaga keuangan Fintech , masih bs in the track memenuhi kewajiban nya dan menjaga performa kinerja dg baik. Yg bikin bingung adalah PT.Kampung Makmur , seperti nya gk ada bisnis kreatif yg muncul sbg terobosan atau lompatan . Yang ada adalah seperti kehilangan fokus bisnis merambah garapan aset2 Pemda yg sdh diurus elemen lain. Bingung juga mengapresiasi bisnis plan ny dg 9 core tsb . Seolah olah sdh serakah dg gagasan yg semu tdk ada cire bisnis yg fokus jd unggulan."

naya sunarya
naya****rya22@gmail.com