IMG-20200614-WA0378:

Wagub Jabar Sidak Pasar Cikijing

TERBIT: REPORTER: EDITOR:

Radio Trimekar FM – Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) H Uu Ruzhanul Ulum mengecek protokol kesehatan jelang kegiatan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di Pasar Cikijing Kabupaten Majalengka, Minggu (14/6/20).

Menurut Kang Uu biasa disapa mengatakan, infrastruktur Pasar Desa Cikijing sudah bagus dan dinilai bisa menyesuaikan protokol kesehatan selama kegiatan AKB berlangsung.

Karena seperti diketahui pasar tempat bertemunya penjual dan pembeli dan dapat menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

“Di Pasar Cikijing ini ada pedagang elektronik, sembako, sayuran, buah-buahan, hingga tekstil. Bahkan dari laporan yang saya terima, di pasar ini memiliki 1.050 kios dan sudah terisi lebih dari 600 pedagang,” kata Kang Uu melalui siaran pers Humas Pemprov Jabar yang diterima wartawan.

Pihaknya mengaku bersyukur jika di pasar Cikijing sudah menerapkan protokol kesehatan, baik untuk para pengunjung maupun pedagang, seperti cek suhu, cuci tangan pakai sabun, memakai masker, dan jaga jarak.

Serta dilakukan penyemprotan disinfektan secara menyeluruh selama tiga kali.

“Jika protokol kesehatan diterapkan dengan optimal, Pasar Cikijing bisa merepresentasikan AKB pasar di tingkat Jabar,” ucapnya.

Guna menghindari hal yang tidak diharapkan, pihaknya juga tak pernah bosan meminta seluruh pedagang dan pengelola pasar maupun pengunjung, agar tetap mengikuti SOP yang telah ditentukan, yakni menerapkan protokol kesehatan.

“Saya ingatkan juga agar tugas gugus tugas di tingkat desa, kelurahan, kecamatan, agar terus meminta warganya tetap menggunakan masker,” ujarnya.

Protokol kesehatan tetap diterapkan karena memang vaksin atau obat COVID-19 hingag saat ini belum di temukan.

“Selama belum ada, tahap pertama adalah pencegahan, antara lain seperti ini (protokol kesehatan). Kita harus terbiasa dengan kebiasaan baru, seperti pakai masker, cuci tangan, dan jaga jarak,” katanya.

Di bagian lain, Uu juga menindaklanjuti Keputusan Gubernur (Kepgub) Jabar No: 443/Kep.321-Hukham/2020 tentang Protokol Kesehatan untuk Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Lingkungan Pondok Pesantren.

“Saya barusan sudah di Ponpest di Kuningan, ternyata kesiapan ponpes belum siap dalam menerapkan protokol kesehatan, karena Kepgub baru keluar. Dan sekarang ada permohonan bantuan untuk 220 pesantren di Kuningan dalam memenuhi SOP dalam Kepgub tersebut,” ucap Kang Uu.

Ia berharap kepada para pesantren agar mandiri, belum dapat bantuan pemerintah tapi sudah dapat secara mandiri.

“Dan juga harapan kami ada bantuan dari pesantren besar untuk (pesantren) yang kurang. Bukan untuk pembangunan fisik, tapi bantu untuk (protokol) COVID-19 ini. Terima kasih kepada pesantren yang siap,” tuturnya.

Selain ke pesantren, Kang Uu mengaku sudah meninjau objek Waduk Darma di Kabupaten Kuningan.

“Saya berharap obyek wisata di Jabar yang mau membuka tetap ada pembatasan kapasitas (pengunjung), juga menyediakan fasilitas selalu dibersihkan, termasuk penyemprotan (disinfektan) mobil yang datang,” ucapnya.(Azizan)***

Sumber Berita: Radio Trimekar 93,9 MHz
Berita Terbaru

Herman Habibullah: Kemandirian dan Keramat Pesantren Harus Dijaga

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Jabatan Danramil Tanjungkerta Diserahterimakan

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Gebyar Vaksinasi Covid-19 di Cimalaka Dipantau Polisi

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Alumni Akabri 1989 Berbagi Sembako, Lakukan Vaksinasi

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Kodim Sumedang Gelar Gebyar Vaksinasi

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Regional

Satgas Anti Rentenir Terima 7.321 Aduan, Sebagian Soal Pinjaman Online

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Garut Naik ke Level 3, Vaksinasi Digelorakan

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Wagub Uu Terapkan Program Pesantren Sehat Santri Berseri

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: FORKOWAS

Ridwan Kamil Melepas Kafilah STQH Jabar

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

HJKB 211 ‘Bandung Harmoni Tuntaskan Pandemi’

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Komentar Terbaru

 Good Jobs untuk Bank Sunedang ditengah diaruosi global menjamurnya lembaga keuangan Fintech , masih bs in the track memenuhi kewajiban nya dan menjaga performa kinerja dg baik. Yg bikin bingung adalah PT.Kampung Makmur , seperti nya gk ada bisnis kreatif yg muncul sbg terobosan atau lompatan . Yang ada adalah seperti kehilangan fokus bisnis merambah garapan aset2 Pemda yg sdh diurus elemen lain. Bingung juga mengapresiasi bisnis plan ny dg 9 core tsb . Seolah olah sdh serakah dg gagasan yg semu tdk ada cire bisnis yg fokus jd unggulan."

naya sunarya
naya****rya22@gmail.com