IMG_20200811_161411:

Kang Uu: Program Santani Digagas untuk Kemandirian Ekonomi Pesantren

TERBIT: REPORTER: EDITOR:

Santri Jadi Garda Terdepan Dalam Kontribusi Pangan di Jabar

Radio Trimekar FM – Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum memberikan alat pertanian guna merealisasikan program Santri Tani (Santani) kepada Pondok Pesantren Miftahul Hasanah, Desa Sukarapih Kec. sukasari, Kab. Sumedang, Senin (11/8/20).

Kang Uu mengatakan, program Santani digagas untuk menghadirkan kemandirian ekonomi pondok pesantren (ponpes) serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendorong ketahanan pangan di Jabar.

“Ini langkah awal untuk menggerakkan Santani dan pelatihan di bidang pertanian pun akan diberikan kepada santri usai pandemi Covid-19. termasuk penyediaan alat mesin pertanian,” ucap Kang Uu.

Diharapkan santri ada sumbangsih nyata ke masyarakat.

“Kenapa saya menekankan pertanian?, supaya pondok pesantren produktif, tetapi baik bagi para santri mapun kiai tetap punya waktu yang fleksibel dalam menjalankan kegiatan belajar di pesantren,” ucapnya.

Kang Uu berharap para kiai di Jawa Barat, ada sinergi, komunikasi, dan ada masukan kepada kami (sebagai pimpinan di Jawa Barat) untuk mencapai misi-misi pembangunan manusia Jabar.

Dihargai, semua jasa para ulama selama ini dalam mencerdaskan akhlak anak bangsa.

Apalagi, lanjut Uu, ditengah pandemi Covid-19, ekonomi Indonesia yang sedang menurun.

Diharapkan, santri menjadi garda terdepan dalam kontribusi pangan di Jabar.

“Minimal ada sumbangsih nyata ke masyarakat sekitar pondok pesantren,” ucap panglima santri Jabar.

Kang Uu menyadari bantuan tersebut tak akan memenuhi dari sisi jumlah kebutuhan.

Namun, itu sebagai bentuk silaturahmi dan kepedulian kepada pontren.

“Ini alat pertanian sederhana, idan hanya bentuk perhatian kami saja,” tutur Uu.

Diharapkan para santri mampu berani, disamping ngaji juga bisa ‘ngejo’.

“Kami berterimakasih kepada para kiai yang telah menopang warga dalam meningkatkan keimanan ketakwaan,” ucapnya.

Ia mengaku belum bisa memberikan perhatian yang lebih tak seperti ke lembaga pendidikan lain di sekolah-sekolah.

Bahkan, kata dia, pesantren tak ada beasiswa untuk santri, honor kiai dan untuk pembangunan pun belum ada.

“Semoga, suatu saat pontren, para santri dan kiai dihargai negara. Dihargai seperti lembaga pendidikan di sekolah yang sudah mendapat perhatain dari pemerintah,” ujarnya.

KH. Shofwan Wahyudin yang juga Ketua Santani Sumedang mengapresiasi perhatian Pemprov Jabar terhadap para santri.

“Semoga program ini berkelanjutan, dan santri lebih produktif,” ujarnya. I

hadir, Camat Sukasari H. Agus Wahyudin, Danramil Tanjungsari Kapten Inf. Dedi Ruwanto, Kasubsektor Sukasari Iptu Ato Suharto, Pimp. Pondok Pesantren KH. Asep Sofyan, santri, tokoh masyarakat dan warga.(Hambali)***

Sumber Berita: Radio Trimekar 93,9 MHz
Berita Terbaru

Pesantren Daarul Quran Islami Miftahul Hasanah Gelar Wisuda Khotmil Quran Angkatan ke III

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Bupati Sumedang Ajak Anggota Korpri Tingkatkan Kontribusi Pasca Pandemi

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Irjen Pol Teddy Minahasa: HDCI Dukung Pemerintah, Pulihkan Ekonomi Pasca Pandemi

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Diklatsar Anggota Pramuka Saka Wira Kartika Kodim 0610 Sumedang

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Daftar Perizinan Secara Online, Ini Penjelasan DPMPTSP Sumedang

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Regional

Irjen Pol Teddy Minahasa: HDCI Dukung Pemerintah, Pulihkan Ekonomi Pasca Pandemi

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Diklatsar Anggota Pramuka Saka Wira Kartika Kodim 0610 Sumedang

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Ridwan Kamil Ingin Masjid Gunakan Kencleng dan Dakwah Digital

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Porkab Garut 2021, Tarogong Kidul Kembali Juara Umum

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: FORKOWAS

Atalia: Perluas Cakupan Vaksinasi Covid-19, Kasus Naik dan Turun

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Komentar Terbaru

 Good Jobs untuk Bank Sunedang ditengah diaruosi global menjamurnya lembaga keuangan Fintech , masih bs in the track memenuhi kewajiban nya dan menjaga performa kinerja dg baik. Yg bikin bingung adalah PT.Kampung Makmur , seperti nya gk ada bisnis kreatif yg muncul sbg terobosan atau lompatan . Yang ada adalah seperti kehilangan fokus bisnis merambah garapan aset2 Pemda yg sdh diurus elemen lain. Bingung juga mengapresiasi bisnis plan ny dg 9 core tsb . Seolah olah sdh serakah dg gagasan yg semu tdk ada cire bisnis yg fokus jd unggulan."

naya sunarya
naya****rya22@gmail.com