IMG-20201103-WA0019:

Wagub Jabar: Jembatan Penghubung Jabar-Jateng Dianggarkan 60 Miliar

TERBIT: REPORTER: EDITOR:

Radio Trimekar FM – Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum meninjau lokasi calon jembatan penghubung antara Jawa Barat dan Jawa Tengah di Desa Sidaharja, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Senin (2/11/20).

Jembatan ini melintasi Sungai Citanduy selebar 120 meter yang memisahkan Jabar dan Jateng.

Selama ini untuk melintasi sungai warga di kedua perbatasan mengandalkan perahu kayu dengan biaya Rp 5.000 per orang.

Menurut Uu, jembatan penghubung dapat meningkatkan konektivitas kedua provinsi seperti meningkatkan perekonomian, pendidikan, dan kesehatan.

“Saya lihat (jembatan) ini sangat strategis karena ini memiliki potensi ekonomi yang sangat luar biasa. Konektivitas yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” ujarnya di sela peninjauan.

Untuk membangun jembatan ini Pemda Provinsi Jawa Barat menganggarkan Rp 60 miliar di APBD 2021 yang nota pengantarnya sudah disampaikan ke DPRD, Senin (2/11/20).

Menurut Kepala Bappeda Kabupaten Ciamis Andang, jembatan penghubung ini merupakan usulan Pemkab Ciamis guna menghubungkan dua kabupaten yakni Ciamis di Jabar dan Cilacap di Jateng.

“Mudah-mudahan nanti kedua kabupaten ini dapat berkembang. Dari sisi perekonomian, memiliki pendidikan, dan kesehatan. Saling bertukar atau saling memberikan fasilitas di kedua kabupaten ini,” harapnya.

Embung Air
SELAIN meninjau lokasi calon jembatan penghubung Ciamis-Cilapap, Wagub Uu juga meninjau calon lokasi embung di Desa Sukanagara dan Desa Puloerang, Kecamatan Lakbok.

Pada musim hujan, embung ini dapat berfungsi sebagai tempat penampungan air agar tidak membanjiri sawah. Sementara saat musim kemarau, embung ini dapat dimanfaatkan mengairi sawah.

Desa Sukanagara merupakan langganan banjir yang biasanya merendam persawahan milik petani. Ketika banjir datang, petani dipastikan gagal panen dan merugi.

“Maka salah satu solusinya, hasil pemikiran pemerintah Kabupaten Ciamis dengan BBWS dan yang lainnya akan dibangun sebuah embung,” ujar Uu Ruzhanul Ulum.

Dua embung ini memakan lahan 10 hektare per titik dengan anggaran tiap embung Rp20 miliar.

“Setelah pembangunan yang dua titik ini selesai ini tentu akan meningkatkan kesejahteraan. Kesejahteraan masyarakat adalah tanggung jawab pemerintah. masyarakat kegiatan masyarakat atau pemerintah,” pungkas Uu. (Azis)***

Sumber Berita: Radio Trimekar 93,9 MHz
Berita Terbaru

Herman Habibullah: Kemandirian dan Keramat Pesantren Harus Dijaga

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Jabatan Danramil Tanjungkerta Diserahterimakan

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Gebyar Vaksinasi Covid-19 di Cimalaka Dipantau Polisi

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Alumni Akabri 1989 Berbagi Sembako, Lakukan Vaksinasi

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Kodim Sumedang Gelar Gebyar Vaksinasi

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Regional

Satgas Anti Rentenir Terima 7.321 Aduan, Sebagian Soal Pinjaman Online

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Garut Naik ke Level 3, Vaksinasi Digelorakan

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Wagub Uu Terapkan Program Pesantren Sehat Santri Berseri

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: FORKOWAS

Ridwan Kamil Melepas Kafilah STQH Jabar

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

HJKB 211 ‘Bandung Harmoni Tuntaskan Pandemi’

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Komentar Terbaru

 Good Jobs untuk Bank Sunedang ditengah diaruosi global menjamurnya lembaga keuangan Fintech , masih bs in the track memenuhi kewajiban nya dan menjaga performa kinerja dg baik. Yg bikin bingung adalah PT.Kampung Makmur , seperti nya gk ada bisnis kreatif yg muncul sbg terobosan atau lompatan . Yang ada adalah seperti kehilangan fokus bisnis merambah garapan aset2 Pemda yg sdh diurus elemen lain. Bingung juga mengapresiasi bisnis plan ny dg 9 core tsb . Seolah olah sdh serakah dg gagasan yg semu tdk ada cire bisnis yg fokus jd unggulan."

naya sunarya
naya****rya22@gmail.com