IMG-20201103-WA0096:

Santri Pesantren Al Ma’soem Ikuti Ma’ahad Sport and Art Competition

TERBIT: REPORTER: EDITOR:

Radio Trimekar FM – Dalam rangka memperingati hari santri dan Maulid Nabi Muhammad SAW, Pesantren Al Ma’soem menggelar kegiatan perlombaan antar santri bidang olah raga dan seni, bernama Al Masoem Ma’ahad Sport and Art Competition (AMSAC).

Kegiatan yang diikuti 300 santri Pesantren Al Ma’soem itu menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan jenis perlombaanya, tidak ada kontak fisik (berkerumun, red).

Humas Yayasan Al Ma’soem Bandung, Ayi Mi’raj mengatakan acara itu digagas oleh Dewan Santri (DESAN) yang merupakan kegiatan tahunan.

Namun, karena Pandemi, acara digelar tertutup hanya diikuti santri Al Ma’soem saja.

“Sebelum pandemi diselenggarakan terbuka untuk umum dengan nama Al Ma’soem Islamic Fair (ALIF). Namun untuk tahun ini karena pandemi covid-19, peserta hanya untuk santri Al Ma’soem saja, dan jenis perlombaanya pun tidak ada kontak fisik,” katanya.

AMSAC sendiri, lanjut Ayi diselenggarakan mulai 29 sampai 31 Oktober 2020 di Kampus Al Ma’soem.

Cabang lomba yang dipertandingkan merupakan lomba yang tidak ada kontak fisik secara langsung, diantaranya bulutangkis, tenis meja, estafet lari, menyanyi lagu islami, Musabaqoh Hifdzil Qur’an (MHQ), Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ), kaligrafi dan baca puisi.

Ayi Mi’raz mengatakan untuk perlombaan yang melibatkan siswa atau pelajar dari luar Al Ma’soem yang sudah menjadi kalender non akademis Yayasan yaitu Multi Event Science, Sport and Art (MESSA) untuk tingkat SD dan SMP akan tetap dilaksanakan. Namun untuk cabang lomba yang bisa dilaksanakan secara daring/online.

“Jadi peserta dari sekolah atau rumah masing-masing seperti cabang lomba English Contest, Olimpiade Matematika, Lomba Menyanyi Lagu Islami, Desain Grafis, Fotografi, Da’wah, MHQ dan MTQ. Messa yang ke-26 ini, insya Alloh akan dilaksankan 21-22 November 2020,” ucapnya.

Sementara itu, Nurapendi, kesantrian putra, mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan ini menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan mewajibkan peserta memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

“Dalam kegiatan ini, santri sangat antusias mengikutinya, apalagi sudah 3 bulan sejak Agustus tidak pulang ke rumah. Jadi untuk mengobati rasa kangen pulang ke rumah, ya digelar lah acara ini,” pungkasnya.

Direktur Pesantren Al Ma’soem, Asep Dedi Suhendri mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan ajang menggali potensi yang dimiliki santri dan seleksi bagi santri PSAM untuk dimajukan pada lomba-lomba di luar pesantren serta mengukur tingkat keberhasilan ekstrakulikuler yang selama ini dilaksanakan.***

| PARA pemenang lomba dalam ajang Al Ma’soem Sport and Art Competition (AMSAC) saat menerima hadiah dari Yayasan Al Ma’soem Bandung di Kampus Al Ma’soem Desa Cipacing Kecamatan Jatinangor.

Sumber Berita: Radio Trimekar 93,9 MHz
Berita Terbaru

Vaksinasi, Kodim Sumedang Datangi Sasaran Hingga Pedesaan

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Babinsa Wargaluyu Perkuat Silaturahmi Warga Binaannya

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Kapolres Lakukan Sertijab Sejumlah Pejabat Utama Polres Sumedang

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Herman Habibullah: Kemandirian dan Keramat Pesantren Harus Dijaga

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Jabatan Danramil Tanjungkerta Diserahterimakan

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Regional

Satgas Anti Rentenir Terima 7.321 Aduan, Sebagian Soal Pinjaman Online

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Garut Naik ke Level 3, Vaksinasi Digelorakan

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Wagub Uu Terapkan Program Pesantren Sehat Santri Berseri

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: FORKOWAS

Ridwan Kamil Melepas Kafilah STQH Jabar

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

HJKB 211 ‘Bandung Harmoni Tuntaskan Pandemi’

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Komentar Terbaru

 Good Jobs untuk Bank Sunedang ditengah diaruosi global menjamurnya lembaga keuangan Fintech , masih bs in the track memenuhi kewajiban nya dan menjaga performa kinerja dg baik. Yg bikin bingung adalah PT.Kampung Makmur , seperti nya gk ada bisnis kreatif yg muncul sbg terobosan atau lompatan . Yang ada adalah seperti kehilangan fokus bisnis merambah garapan aset2 Pemda yg sdh diurus elemen lain. Bingung juga mengapresiasi bisnis plan ny dg 9 core tsb . Seolah olah sdh serakah dg gagasan yg semu tdk ada cire bisnis yg fokus jd unggulan."

naya sunarya
naya****rya22@gmail.com