IMG-20201212-WA0207:

RUU Ekonomi Syariah Didukung Pimpinan DPR RI

TERBIT: REPORTER: EDITOR:

Radio Trimekar FM – Rancangan Undang-Undang (RUU) Ekonomi Syariah mendapatkan dukungan dari sejumlah pihak termasuk pimpinan DPR RI.

Pimpinan DPR menginginkan RUU Syariah nantinya lebih berpihak pada Unit Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Hal itu terungkap saat organisasi ‘Rabu Hijrah’ yang digagas oleh Komisaris Independen Bank Mandiri Syariah (BSM) Arief Rosyid melakukan audiensi bersama dengan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin dan Rachmat Gobel.

Menurut Arief, dukungan pimpinan DPR ini sangat penting untuk agar RUU masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) prioritas.

“Tujuan dari audiensi ini adalah untuk menyerahkan naskah akademik dan konsepsi RUU Ekonomi Syariah serta meminta dukungan terhadap RUU ini agar bisa masuk Prolegnas prioritas,” kata Arief dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (12/12).

Arief mengatakan selama ini peraturan tentang ekonomi Islam masih jalan sendiri-sendiri. Oleh karenanya, perlu ada suatu Undang-Undang yang memanyungi semuanya.

Serta perlu ada dorongan dan dukungan dari pemerintah agar Indonesia tidak kalah saing dengan negara lain dalam hal implementasi ekonomi Islam.

Sementara Azis menyatakan dukungannya terhadap adanya RUU Ekonomi Syariah. Politisi Partai Golkar ini berharap RUU ini dapat menjadi solusi ekonomi Indonesia.

“Saya siap mendukung RUU ini. Yang terpenting adalah memastikan bahwa RUU Ekonomi Syariah ini harus pro terhadap UMKM dan memprioritaskanya. Karena selama ini kontribusi lapangan pekerjaan dan ekonomi negara terbanyak berasal dari UMKM,” tutur Azis.

Sementara Rachmat Gobel mengemukakan bahwa RUU Ekonomi Syariah ini harus didukung guna mendorong berkembangnya pengusaha muda Islam dan UMKM di Indonesia.

Ia juga memberikan saran agar adanya peta potensi ekonomi dan usaha pemuda Islam sebagai upaya pengembangan ekonomi Indonesia kedepannya.

“Saya ingin banyak program yang mengedepankan usaha-usaha lokal, terutama pada pengusaha muda dan UMKM,” imbuhnya.

Turut hadir dalam audiensi ini Phirman Rezha selaku Chairman Rabu Hijrah, Puteri Komarudin selaku Anggota Komisi XI DPR RI, serta beberapa milenial penggiat ekonomi Syariah.

Menurut Tim Rabu Hijrah, ekonomi Syariah telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian nasional.

Namun demikian, sampai hari ini, perangkat regulasi perundang-undangan yang mengatur hal tersebut masih terbatas.

Padahal, Indonesia merupakan negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan memiliki potensi ekonomi Syariah yang sangat besar pula.

Hal ini didukung dengan jumlah penduduk Muslim di Indonesia yang terbesar di dunia, yaitu 87% dari total 267 juta jiwa.

Menyadari bahwa potensi ekonomi Syariah yang besar tersebut, Rabu Hijrah berkomitmen untuk mendukung terwujudnya RUU Ekonomi Syariah yang akan menjadi UU payung (umbrella act) yang menaungi semua UU sektoral di bidang ekonomi Syariah. (Mubaroq)***

Sumber Berita: Radio Trimekar 93,9 MHz
Berita Terbaru

Kapolres Lakukan Sertijab Sejumlah Pejabat Utama Polres Sumedang

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Herman Habibullah: Kemandirian dan Keramat Pesantren Harus Dijaga

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Jabatan Danramil Tanjungkerta Diserahterimakan

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Gebyar Vaksinasi Covid-19 di Cimalaka Dipantau Polisi

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Alumni Akabri 1989 Berbagi Sembako, Lakukan Vaksinasi

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Regional

Satgas Anti Rentenir Terima 7.321 Aduan, Sebagian Soal Pinjaman Online

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Garut Naik ke Level 3, Vaksinasi Digelorakan

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Wagub Uu Terapkan Program Pesantren Sehat Santri Berseri

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: FORKOWAS

Ridwan Kamil Melepas Kafilah STQH Jabar

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

HJKB 211 ‘Bandung Harmoni Tuntaskan Pandemi’

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Komentar Terbaru

 Good Jobs untuk Bank Sunedang ditengah diaruosi global menjamurnya lembaga keuangan Fintech , masih bs in the track memenuhi kewajiban nya dan menjaga performa kinerja dg baik. Yg bikin bingung adalah PT.Kampung Makmur , seperti nya gk ada bisnis kreatif yg muncul sbg terobosan atau lompatan . Yang ada adalah seperti kehilangan fokus bisnis merambah garapan aset2 Pemda yg sdh diurus elemen lain. Bingung juga mengapresiasi bisnis plan ny dg 9 core tsb . Seolah olah sdh serakah dg gagasan yg semu tdk ada cire bisnis yg fokus jd unggulan."

naya sunarya
naya****rya22@gmail.com