IMG-20210120-WA0283:

KJA Dinolkan, Ditolak Warga Terdampak Waduk Jatigede

TERBIT: REPORTER: EDITOR:

Radio Trimekar FM – Rencana Pemerintah Kabupaten Sumedang untuk menolkan Keramba Jaring Apung (KJA) di Waduk Jatigede tak disetujui wakil rakyat.

Karena, waktunya dianggap tak tepat, disaat masyarakat dalam kesulitan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

“Saya tidak setuju adanya pembongkaran dan pelarangan KJA dalam situasi pandemi Covid-19,” kata Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Heri Ukasah Sulaeman, saat audensi dengan Paguyuban Wisata Napak Banyu Desa Sukamenak Kecamatan Darmaraja, Selasa, 19 Januari 2021.

Intinya, bukan tidak taat peraturan pemda, tapi seharusnya diawali dengan mencari solusi dulu apa yang kira-kira bisa diselesaikan.

Seharusnya, pemda memberikan dukungan sekecil apa pun kegiatan warga yang dapat menggerakan roda ekonomi di tengah pandemi ini, atau bukan ssbaliknya memperburuk.

“Kalau menolkan dilakukan, itu akan memperburuk situasi. Justru seharusnya, ada peluang sedikit apa pun upaya bergeraknya roda ekonomi warga, harus didukung,” tandasnya.

Menurut Heri, Perda bukan hadits yang tidak bisa diubah, maka seharusnya pemerintah dapat mencari solusi terbaik dalam situasi ini.

“Masalah aturan itu kan bisa dicari solusi dalam situasi terlebih pada saat seperti ini,” kata dia.

Dikatakan, yang harus dipahami itu bagaimana solousi yang terbaiknya.

Seharusnya, mencari solusi bagaimana agar tujuan pemerintah untuk mengembangkan pariwisata di Jatigede dan lain sebagainya ibisa komprehensif dengan masyarakat setempat.

Ketua Paguyuban Wisata Napak Banyu, Utis Sutisna, memastikan jika yang ada di kelompoknya tidak ada investor dari luar daerah.

“Selama ini mungkin pemerintah beranggapan jika yang ada di KJA Jatigede itu seluruhnya investor. Padahal tidak seperti itu. Kami warga terdampak Jatigede juga ada yang memiliki bagan KJA,” ungkapnya.

Ironisnya, warga terdampak Jatigede yang memiliki KJA itu justru modalnya dari hasil pinjaman dari bank dengan menggadaikan akta tanah dan bangunan rumah.

Sehingga dirinya khwatir jika penolan KJA justru akan berdampak makin memperburuk situasi ekonomi warga terdampak Jatigede itu sendiri.

“Ya kalau pemerintah mau menutupi pembayaran ke bank kami sangat berterima kasih. Tapi kalau kompensasinya itu hanya berupa sapi, apa nilai keuntungan dari sapi perbulannya sama dari hasil KJA,” imbuhnya.

Namun jika pemerintah keukeuh dengan aturan itu, dia meminta solusi yang akan diberikan oleh pemerintah dapat dikomunikasikan terlebih dahulu dengan pihaknya dari pemilik KJA di Jatigede. ***

Laporan: Enceng Forkowas 

Editor: Abdullah Opah

 

 

Sumber Berita: Radio Trimekar 93,9 MHz
Berita Terbaru

Diklatsar Anggota Pramuka Saka Wira Kartika Kodim 0610 Sumedang

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Daftar Perizinan Secara Online, Ini Penjelasan DPMPTSP Sumedang

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Ridwan Kamil Ingin Masjid Gunakan Kencleng dan Dakwah Digital

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Ini yang Harus Dilakukan Pengelola Tempat Wisata di Sumedang

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Disparbudpora Sumedang Komitmen Jaga Kelestarian Seni Budaya Wayang Golek

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Regional

Diklatsar Anggota Pramuka Saka Wira Kartika Kodim 0610 Sumedang

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Ridwan Kamil Ingin Masjid Gunakan Kencleng dan Dakwah Digital

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Porkab Garut 2021, Tarogong Kidul Kembali Juara Umum

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: FORKOWAS

Atalia: Perluas Cakupan Vaksinasi Covid-19, Kasus Naik dan Turun

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Kadiskominfo: Garut Belum Aman Covid-19, Terapkan Prokes

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Komentar Terbaru

 Good Jobs untuk Bank Sunedang ditengah diaruosi global menjamurnya lembaga keuangan Fintech , masih bs in the track memenuhi kewajiban nya dan menjaga performa kinerja dg baik. Yg bikin bingung adalah PT.Kampung Makmur , seperti nya gk ada bisnis kreatif yg muncul sbg terobosan atau lompatan . Yang ada adalah seperti kehilangan fokus bisnis merambah garapan aset2 Pemda yg sdh diurus elemen lain. Bingung juga mengapresiasi bisnis plan ny dg 9 core tsb . Seolah olah sdh serakah dg gagasan yg semu tdk ada cire bisnis yg fokus jd unggulan."

naya sunarya
naya****rya22@gmail.com