/Dongkrak Produktivitas, Petani Ubi Cilembu Terima KUR Bank BNI

Dongkrak Produktivitas, Petani Ubi Cilembu Terima KUR Bank BNI

Radio Trimekar FM – Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank BNI Cabang Sumedang direalisasikan untuk sebanyak 21 petani ubi cilembu di Desa Cilembu Kecamatan Pamulihan.

Secara simbolis, penandatanganan penyaluran KUR Cluster Ubi Cilembu itu, dilaksanakan di perkebunan ubi milik petani setempat pada Sabtu 30 Januari 2021.

Terpantau hadir, Pemimpin Kantor Cabang Sumedang Leo Mangin Tahan, Pemimpin Kantor Wilayah Bandung Edy Awaludin,  Wakil Bupati Sumedang H.Erwan Setiawan, Kepala OJK (Otoritas Jasa Keuangan) KR (Kantor Regional) 2 Jawa Barat  Indarto Budiwitono, Perwakilan BI (Bank Indonesia)  Bambang Pramono, serta sejumlah undangan lainnya.

Mewakili petani ubi cilembu lainnya, Asep Suhara mengaku gembira mendapat kucuran KUR BNI.

Apalagi untuk memperoleh KUR tersebut, persyaratannya sangat mudah dan tidak berbelit-belit.

Bahkan katanya, satu hari disurvey besoknya sudah langsung di ACC (disetujui pihak Bank BNI).

“Alhamdulillah, kami sangat gembira dan bersyukur, karena sudah dipercaya mendapat KUR. Ini sangat membantu bagi kami, untuk penyediaan pupuk, bibit, obat,  termasuk untuk ongkos atau upah kerja. Dengah kemudahan yang diberikan Bank BNI untuk mendapat KUR ini, mudah-mudahan kami juga diberikan kelancaran untuk membayar cicilannya,” kata Asep.

Asep berharap, petani ubi cilembu yang berjumlah sekitar 1.000 orang, bisa mendapat kesempatan yang sama, untuk memperoleh kucuran KUR.

Sehingga mereka bisa lebih bergairah lagi, untuk mengembangkan budidaya ubi cilembu. “Itu, harapan para petani ubi disini,” ujarnya.

Pemimpin Kantor Wilayah Bandung Edy Awaludin, dalam sambutannya mengatakan, di tengah pandemi, sektor pertanian yang menjadi penyumbang tertinggi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional maupun di daerah, saat ini mengalami perlambatan.

Sejalan dengan hal tersebut, pada rapat terbatas di bulan Oktober 2020, Presiden RI memberi arahan, untuk mendorong petani berkelompok (klaster) dalam jumlah yang besar, dan berada dalam sebuah korporasi, sehingga memiliki economic scale dan efisien.

Sehingga, dapat mempermudah petani dalam mengakses pembiayaan, informasi dan teknologi serta memperkuat pemasarannya.

“Dengan harapan,  dapat meningkatkan kesejahteran, dimana petani terlibat dalam bisnis proses dari hulu  hingga hilir,” kata Edy.

Melalui forum Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Jawa Barat, OJK bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Bank Indonesia, lembaga jasa keuangan dan instansi terkait lainnya, senantiasa mengakselerasi perluasan akses keuangan & meningkatkan literasi keuangan masyarakat.

Salah satu upayanya, yaitu pengembangan ekosistem sektor jasa keuangan dengan perluasan layanan UMKM melalui KUR klaster.

Untuk mendukung upaya tersebut, diimplementasikan program Smart Farming PT Bank Negara Indonesia (Persero), Tbk.

Tujuannya, dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Tani, kepada Klaster Tani Ubi Cilembu di Kabupaten Sumedang.

Pembiayaan KUR sektor pertanian akan diberikan secara masif melalui pendampingan, pelatihan, dan pengembangan sektor pertanian secara komprehensif.

Untuk tahap awal,disalurkan KUR kepada 2 Kelompok Tani Ubi Cilembu sebesar Rp850 juta dengan jumlah anggota 21 Petani, yang berasal dari 4 (empat) area Kecamatan yaitu Kecamatan Pamulihan, Sukasari, Rancakalong, dan Tanjungsari dengan luas lahan +/- 21 Ha.

“Penyaluran KUR Tani ini, diharapkan dapat terus berlanjut dan membantu petani lainnya. Target di tahun 2021 ini direncanakan akan disalurkan kepada 500 petani di Kab.Sumedang, dengan luas lahan +/- 482 ha,” ungkapnya.

Dikatakan Edy, selaras dengan tujuan dibentuknya TPAKD, bentuk dukungan lembaga jasa keuangan kepada Klaster Tani Ubi Cilembu tidak hanya melalui adanya penyaluran fasilitas kredit saja.

Tetapi produk jasa keuangan lainnya seperti Asuransi Jiwa Mikro dan Program Pensiun bagi Petani melalui program Dana Pensiun Lembaga Keuangan.

Selanjutnya, TPAKD mengharapkan dukungan khususnya dari perbankan di sektor pertanian, juga dilakukan melalui pengelolaan kewirausahaan pertanian, yang merupakan kegiatan menyongsong pertanian 4.0 atau smartfarming, serta aktivitas lainnya.

Rangkaian program tersebut menjadi komitmen bersama dalam mendukung pemerintah terkait ketahanan pangan nasional yang merupakan bagian dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

“Sementara di tahun 2021 ini, tema program TPAKD Provinsi Jawa Barat yaitu “Percepatan Akses Keuangan dalam Pemulihan Ekonomi Jawa Barat”, dengan usulan optimalisasi kegiatan, meliputi, Business Matching Sektor Pertanian, Perkebunan dan Peternakan serta Petani Millenial.

Literasi dan Inklusi keuangan melalui replikasi program BUMDes.

Kolaborasi Program Sekoper Cinta dengan Program Kredit Melawan Rentenir.

“Tindak lanjut inklusi keuangan dalam one student one account, serta mendorong pembentukan TPAKD di Kab/Kota,” terangnya.

Sementara itu Wakil Bupati Sumedang H.Erwan Setiawan, memberikan apresiasi kepada Bank BNI yang telah memberikan bantuan modal untuk petani ubi cilembu, melalui KUR Tani.

Dengan demikian, melalui patani ubi cilembu dapat mengembangkan sakala usaha (budidaya ubi) dengan lebih luas lagi.

Erwan berharap, KUR Tani itu, dapat diberikan kepada komoditas pertanian lainnya.

Sebab di Sumedang masih terdapat beberapa klaster pertanian yang potensial, seperti klaster mangga gedong gincu di wilayah Kecamatan Tomo dan Jatigede, serta klaster sawo di Kecamatan Sukatali.

Pada kesempatan itu, Erwan pun menyambut baik terbentuknya Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), sebagai dukungan lembaga jasa keuangan kepada Klaster Tani.

“Kami pun menyatakan kesiapan untuk secepatnya membentuk TPAKD di Kabupaten Sumedang,” pungkasnya. (Opah)***

Ket. Foto: Wakil Bupati Sumedang H. Erwan Setiawan, ikut memanen ubi cilembu, usai menyaksikan simbolis penandatanganan Penyaluran KUR Cluster Ubi Cilembu, bertempat di perkebunan ubi cilembu, Desa Cilembu Kec.Pamulihan Kab.Sumedang, Sabtu 30 Januari 2021.***