/Perencanaan yang Matang, 50 Persen dari Berhasil

Perencanaan yang Matang, 50 Persen dari Berhasil

Radio Trimekar FM – Perencanaan yang matang, terencana dan sistematis merupakan 50 persen dari keberhasilan.

Segala sesuatu akan tercapai ketika sebuah perencanaan bisa di analisis, dipelajari dan berwujud menjadi kenyataan.

Disampaikan senior di Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sumedang, Dadan Buldani di Saung Alam Ciloa Tanjungsari.

Di hadapan peserta workshop penyusunan program kerja Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sumedang pada Kamis (25/5/2021), Dadan mengatakan dalam membuat sebuah perencanaan itu harus ada planning, organizing, motivating, controlling, dan evaluating.

Lebih jauh lagi Dadan yang saat ini menjabat sebagai Bendahara PCNU Kabupaten Sumedang menyampaikan bahwa GP Ansor Sumedang harus menentukan tujuan untuk kinerja organisasi dimasa depan serta memutuskan tugas dan penggunaan sumber daya yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.

“Yang pertama planning atau perencanaan, kedua organizing atau pengorganisasian. GP Ansor Sumedang harus mampu mengalokasikan seluruh pekerjaan yang harus dilaksanakan antara kelompok kerja, menetapkan wewenang relatif serta tanggung jawab masing-masing individu atas komponen kerjadan menyediakan lingkungan kerja yang tepat,” ujarnya.

Selanjutnya, motivating atau motivasi para pengurus GP Ansor Sumedang harus bisa memberikan inspirasi, semangat, dan dorongan kepada bawahan. Tujuannya, agar bawahan melakukan kegiatan secara suka rela sesuai apa yang diinginkan oleh atasan.

Controlling atau pengawasan yaitu pengurus GP Ansor harus bisa mengawasi aktivitas anggotanya, menentukan apakah organisasi dapat memenuhi target tujuannya, dan melakukan koreksi bila diperlukan serta menilai pelaksanaan kegiatan.

Kemudian, evaluating atau penilaian merupakan fungsi untuk memberikan penilaian dalam berbagai kegiatan GP Ansor Sumedang serta menilai sejauh mana usaha mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Dadan juga menyampaikan dalam berorganisai itu jangan dulu berfikir finansial.

“Kalau kita berorganisasi minimal harus mendapatkan wawasan. Wawasan yang didapat dalam berorganisasi merupakan oleh-oleh untuk merubah paradigma pola fikiran kita,” ujar dia. ***

Laporan: Enceng Syarif