/Pemda Gelar Rakor Jelang Penilaian KLA dan APE 2021

Pemda Gelar Rakor Jelang Penilaian KLA dan APE 2021

Radio Trimekar FM –Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sumedang menggelar Rapat Koordinasi (rakor) Kabupaten Layak Anak (KLA) dan Penilaian Anugerah Parahita Ekapraya (APE) di Pendopo IPP, Kamis, (25/3/2021).

Rapat dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Herman Suryatman didampingi Kepala Bagian Kesra Ate Hadan Ade Gunawan, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan Dinsos P3A Dian Putri Muchlis dan dihadiri lintas SKPD.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan pada Dinsos P3A Kabupaten Sumedang Dian Putri Muchlis menyampaikan, berupaya meningkatkan level pada penilaian Kabupaten Layak Anak (KLA) dan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) 2021.

“Tahun 2019 kita merebut penghargaan KLA kategori Pratama,┬ápada penilaian tahun 2021 ini kita akan berupaya menargetkan kategori Utama. Untuk APE sekarang kita sudah berada dilevel Madya, tahun ini kita menargetkan level Mentor,” ujarnya.

Dikatakan Dian, paling tidak ada dua puluh empat indikator yang harus dipenuhi sebagai Kabupaten Layak Anak yang tertuang dalam lima klaster dan dua ratus indikator yang harus dipenuhi untuk meraih penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya.

Untuk penilaian KLA tahun ini, kata Dian pihaknya sudah mulai melaksanakan pengisian eviden ke Kementerian PPPA. Eviden ini, sudah memasuki deadline karena harus selesai pada tanggal dua april mendatang.

“Ada deadline waktu karena harus selesai tanggal dua april. Kami sudah siapkan pendata ditiap desa, kecamatan dan OPD, tinggal minta datanya kepada mereka melalui surat walaupun masih ada beberapa OPD yang belum memenuhi” ujarnya.

Khusus penilaian APE, lanjut Dian, pihaknya sudah menyerahkan eviden dan sudah mencapai seratus persen. Namun, seluruh eviden ini akan dilakukan diuji petik dahulu oleh Tim dari Kementerian melalui zoom meeting yang rencananya akan dilaksanakan hari senin mendatang.

“Untuk APE kita sudah menyampaikan semua eviden, Alhamdulillah sudah seratus persen. Tetapi, semua eviden ini akan diuji petik dahulu melalui zoom meting kepada dinasnya masing masing,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Herman Suryatman, menyampaikan, pelaksanaan rakor persiapan penilaian KLA dan APE ini penting dilakukan untuk mencapai target yang telah ditentukan sehingga bisa mendapatkan hasil yang maksimal.

Namun demikian, kata Herman, meraih anugerah atau predikat bukan menjadi tujuan utamanya, tetapi tujuan pokok dari penilaian KLA dan APE ini adalah bisa memastikan tumbuh kembang anak dengan baik agar menjadi generasi yang berkualitas.

“Apresiasi KLA dan APE itu nomor dua, tetapi tujuan utamanya adalah agar Kabupaten Sumedang ini layak untuk kehidupan anak-anak kita sehingga bisa tumbuh menjadi generasi yang berkualitas, jangan ‘cul dogdog tinggal igel’,”ujarnya.

Dikatakan Sekda, sekarang ini terjadi perubahan yang sangat luar biasa dalam tatanan kehidupan akibat dampak pandemi covid-19. Hal ini berimbas juga pada sektor pendidikan sehingga proses pembelajaran dilaksanakan secara daring/online.

Perubahan proses pembelajaran ini, kata Sekda, ikut berpengaruh terhadap perubahan perilaku anak-anak. Kaitan hal itu, ia mewanti-wanti kepada para orangtua untuk memberikan perhatiannya dalam mendampingi dan mengontrol anak-anaknya.

“Jangan sampai anak-anak kita salah asuhan, ini bisa menjadi bom waktu bagi semuanya. Oleh karena itu, orangtua harus bahu-membahu memastikan anak kita mendapatkan perhatian dan kasih sayang walaupun dalam situasi pandemi,” ujarnya.

Sekda menuturkan, perubahan ini harus menjadi perhatian semua pihak terutama para camat sebagai ujung tombak penyelenggaraaan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan.

Menurutnya, para camat harus bisa berkomunikasi baik dengan para kepala desa, untuk kemudian kepala desa kepada RT/RW setempat dengan pihak sekolah dalam mendukung metode pembelajaran yang telah dikeluarkan Dinas Pendidikan.

“Ada delapan metode pembelajaran yang sudah di keluarkan oleh Dinas pendidikan dan itu bisa dirujuk oleh bapak ibu guru, dan tentunya harus ada dukungan dari pemerintahan desa dan kecamatan,” pungkasnya.

TAGS: