IMG-20210422-WA0150:

Diluncurkan Buku “Jejak Sejarah Sumedang dalam Menggapai Insun Medal Insun Madangan”

TERBIT: REPORTER: EDITOR:

Radio Trimekar FM – Menindaklanjuti rencana proyek penerbitan buku sejarah oleh SMA Negeri Situraja bersama Wakil Bupati Sumedang H. Erwan Setiawan pada 22 Maret 2021 lalu, akhirnya pada Kamis (22/4), jajaran SMA Negeri Situraja kembali menemui Wabup untuk Launching Buku “Jejak Sejarah Sumedang dalam Menggapai Insun Medal Insun Madangan”.

Buku tersebut merupakan karya Engkus Kusmayati S.Pd, Guru Sejarah di SMA Negeri Situraja, yang menggambarkan terkait sejarah Kabupaten Sumedang.

Kepala SMAN Situraja, Chaeruddin Saleh mengatakan, buku tersebut terbit bertepatan dengan Hari Jadi Sumedang dan hari lahirnya SMA Negeri Situraja Sumedang pada tanggal 22 April.

“Hari ini adalah momen yang tepat untuk menghasilkan karya bersejarah seperti peluncuran buku bersejarah ini,” ujarnya.

Dikatakan, buku tersebut merupakan aset dalam melestarikan sejarah Sumedang.

Bahkan, sekaligus bentuk tanggungjawab jajarannya terhadap bidang akademik maupun non akademik yang menjadi unsur utama bidang pendidikan.

“Kami berasumsi selaku insan pendidikan untuk memberi wawasan tentang masa lalu sebagai gambaran dan kenyataan untuk membangun peradaban di masa depan,” katanya.

Diharapkan, buku tersebut menjadi inspirasi untuk lahirnya buku-buku lainnya.

“Buku ini bukan yang pertama bertujuan menginspirasi para penulis lainnya dalam mengusung Sumedang Puseur Budaya Sunda,” ucapnya.

Kepala Cabang Dinas Wilayah VIII Dinas Pendidikan Jawa Barat Hj. Otin Martini, M.Pd. yang turut hadir menyambut baik dan memberikan apresiasi terhadap inisiatif penulisan buku tersebut.

“Tentunya kami sangat mendukung dan mendorong lahirnya karya-karya seperti penerbitan buku ini di kalangan pendidik,” ujarnya.

Sementara itu, Wabup mengapresiasi atas diluncurkannya buku “Jejak Sejarah Sumedang dalam Menggapai Insun Medal Insun Madangan” yang selesai tepat pada waktunya bertepatan dengan Hari Jadi Sumedang Ke-443.

“Kita bersama telah mengoreksi bersama-sama terkait buku ini. Saya harap Diskominfosanditik dapat membantu untuk mempromosikan buku ini dalam bentuk digital,” ujarnya.

Wabup juga mengimbau agar buku tersebut dapat disebar di tiap sekolah yang ada di Kabupaten Sumedang agar generasi muda dalam memberikan edukasi mengenal sejarah Sumedang.

“Masyarakat luas harus mengetahui tentang sejarah Sumedang ini. Saya juga berharap buku ini bisa dicetak banyak sehingga dapat terus dikembangkan dan dipromosikan kepada masyarakat luas,” imbuhnya.

Launching ditandai dengan penandatanganan buku “Jejak Sejarah Sumedang dalam Menggapai Insun Medal Insun Madangan” oleh penulis, Kepala sekolah SMA Negeri Situraja, Kepala Cabang Dinas Wilayah VIII Disdik Jabar dan Wakil Bupati Sumedang. Rencananya buku tersebut akan diterbitkan kepada masyarakat luas di bulan depan. (Azis Forkowas)***

Sumber Berita: Radio Trimekar 93,9 MHz
Berita Terbaru

Herman Habibullah: Kemandirian dan Keramat Pesantren Harus Dijaga

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Jabatan Danramil Tanjungkerta Diserahterimakan

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Gebyar Vaksinasi Covid-19 di Cimalaka Dipantau Polisi

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Alumni Akabri 1989 Berbagi Sembako, Lakukan Vaksinasi

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Kodim Sumedang Gelar Gebyar Vaksinasi

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Regional

Satgas Anti Rentenir Terima 7.321 Aduan, Sebagian Soal Pinjaman Online

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Garut Naik ke Level 3, Vaksinasi Digelorakan

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Wagub Uu Terapkan Program Pesantren Sehat Santri Berseri

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: FORKOWAS

Ridwan Kamil Melepas Kafilah STQH Jabar

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

HJKB 211 ‘Bandung Harmoni Tuntaskan Pandemi’

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Komentar Terbaru

 Good Jobs untuk Bank Sunedang ditengah diaruosi global menjamurnya lembaga keuangan Fintech , masih bs in the track memenuhi kewajiban nya dan menjaga performa kinerja dg baik. Yg bikin bingung adalah PT.Kampung Makmur , seperti nya gk ada bisnis kreatif yg muncul sbg terobosan atau lompatan . Yang ada adalah seperti kehilangan fokus bisnis merambah garapan aset2 Pemda yg sdh diurus elemen lain. Bingung juga mengapresiasi bisnis plan ny dg 9 core tsb . Seolah olah sdh serakah dg gagasan yg semu tdk ada cire bisnis yg fokus jd unggulan."

naya sunarya
naya****rya22@gmail.com