IMG-20210704-WA0042:

Liwet Online ‘Kastrol Bandung’, Pesan Antar

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

BANDUNG, Radio Trimekar FM – Nasi liwet online kini hadir di Kota Bandung. Sejumlah pemuda yang berasal dari desa menjalankan bisnis salah satu makanan khas Jawa Barat tersebut.

Masyarakat yang akan memesan nasi liwet Sunda ini tidak perlu repot-repot datang ke lokasi.

Sebab, nasi liwet akan diantarkan langsung ke tempat sesuai pesanan.

“Nasi liwet ini kami sajikan bersama dengan kastrolnya agar suasana makanan khas Sunda begitu terasa. Liwet juga merupakan solusi bagi mereka yang merindukan makanan khas Sunda,” kata salah satu pengelola bisnis, Azi Abdul Azis, Minggu (3/7).

Menurutnya, makanan liwet juga menjadi solusi di tengah pandemi Covid-19 dikarenakan makanan dan lauknya mengandung vitamin, protein besar dan alami, sehingga dapat meningkatkan imunitas tubuh.

Adapun makanan nasi liwet ini terdiri dari kualitas premium, tahu, tempe, lalaban, jengkol, ikan asin, sayur kangkung, air teh dan putih. Adapula menu tambahan seperti telor, ikan dan daging.

“Nasi yang kami sajikan sama seperti liwet yang suka dibuat di kampung-kampung. Cocok untuk dimakan ketika bersama tamu, teman dan keluarga,” ujarnya.

Ia menyatakan liwet yang sudah ada di Bandung kebanyakan tersedia di restoran-restoran tertentu. Sehingga peluang bisnis ini yang diambil, disamping kualitas rasa yang khas dan berkualitas.

“Bisnis liwet ini juga terinspirasi dari Kang Imron Hidayat yang sudah lebih awal menggagas di Purwakarta,” katanya.

Azi menyatakan pemesanan dilakukan dengan mengirim pesan singkat atau telpon langsung ke nomor 081224230833/081324573498. Atau bisa melaui Instagram Liwet Kastrol Bandung. Lokasi liwet ini di Cibiru, Bandung.

https://instagram.com/liwet_kastrol?utm_medium=copy_link

Liwet Kastrol ini dipesan dengan berbagai paket. Paket untuk 5-6 orang Rp. 110 ribu. Paket 10-12 orang, Rp. 200 ribu. Paket 20-23 orang, Rp 385 ribu dan paket 30-34 orang, Rp. 550 ribu.

“Pemesan tinggal makan liwet, enggak pernah sediakan alat makan, karena telah sediakan. Kami juga ongkir gratis di seluruh Kota Bandung,” tuturnya.

Azi mengungkapkan, liwet ini sudah dirasakan kelezatannya berbagai kalangan seperti para Wakil Dekan Tarbiyah dan Keguruan UIN Bandung, Dr H Dindin beserta para dosen UIN lainnya, para pegawai bank, jurnalis, pengusaha, advokat, selebgram, serta masyarakat lainnya. Sebagian testimoni di uplod dalam instagram.

Ia dibantu juga oleh tenaga profesional sejumlah tiga-lima orang yang berlatar belakang advokat, akademisi dan eks jurnalis. Sudah setahun lebih usaha ini dijalankan.

“Ini sebagai solusi kebangkitan ekonomi Indonesia di tengah pandemi. Rasakan nikmatnya dan manfaatnya,” kata mantan pegawai salah satu Bank ternama di Indonesia ini.

Selain liwet, mereka juga menjual kopi arabika dan robusta dalam kemasan dari para petani daerah Palintang, Bandung. (Mubaroq)***

Sumber Berita: Radio Trimekar 93,9 MHz
Berita Terbaru

Kapolres Lakukan Sertijab Sejumlah Pejabat Utama Polres Sumedang

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Herman Habibullah: Kemandirian dan Keramat Pesantren Harus Dijaga

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Jabatan Danramil Tanjungkerta Diserahterimakan

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Gebyar Vaksinasi Covid-19 di Cimalaka Dipantau Polisi

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Alumni Akabri 1989 Berbagi Sembako, Lakukan Vaksinasi

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Regional

Satgas Anti Rentenir Terima 7.321 Aduan, Sebagian Soal Pinjaman Online

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Garut Naik ke Level 3, Vaksinasi Digelorakan

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Wagub Uu Terapkan Program Pesantren Sehat Santri Berseri

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: FORKOWAS

Ridwan Kamil Melepas Kafilah STQH Jabar

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

HJKB 211 ‘Bandung Harmoni Tuntaskan Pandemi’

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Komentar Terbaru

 Good Jobs untuk Bank Sunedang ditengah diaruosi global menjamurnya lembaga keuangan Fintech , masih bs in the track memenuhi kewajiban nya dan menjaga performa kinerja dg baik. Yg bikin bingung adalah PT.Kampung Makmur , seperti nya gk ada bisnis kreatif yg muncul sbg terobosan atau lompatan . Yang ada adalah seperti kehilangan fokus bisnis merambah garapan aset2 Pemda yg sdh diurus elemen lain. Bingung juga mengapresiasi bisnis plan ny dg 9 core tsb . Seolah olah sdh serakah dg gagasan yg semu tdk ada cire bisnis yg fokus jd unggulan."

naya sunarya
naya****rya22@gmail.com