IMG-20210712-WA0082:

Madu Teuweul Khas Nagarawangi, Jadi Incaran

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: FORKOWAS

Radio Trimekar FM – Warga Dusun Pasir Benteng RT 02 RW 07 Desa Nagarawangi Kecamatan Rancakalong Kabupaten Sumedang, kembangkan ternak madu teuweul.

Diyakini sebagian warga, jika madu teuweul dapat mempercepat proses penyembuhan Covid-19.

Madu Teuweul yang ada di Desa Nagarawangi Kecamatan Rancakalong menjadi buruan sejumlah orang terutama yang terpapar virus corona.

Hal tersebut dibenarkan Roni Hidayat peternak madu teuweul asal Desa Nagarawangi Kecamatan Rancakalong.

“Semenjak merebaknya kasus corona, permintaan madu teuweul jadi naik, konon bisa menyembuhkan Covid-19,” kara dia, Senin 12 Juni 2021.

Ia kerap kewalahan mencukupi permintaan konsumen dari berbagai wilayah di sekitar Jawa Barat bahkan Banten.

Ia bersyukur dalam satu hari bisa menjual 6 botol ukuran 80 ml, dengan kisaran harga Rp 50 ribu perbotolnya.

Semula, membudidayakan madu teuweul, karena dirinya berkecimpung didunia lingkungan.

“Merencanakan program menyelamatkan hewan karena perkembangan lebah trigona terus berkurang, seiring berjalannya program tersebut hingga menemukan potensi dari lebah trigona yang bisa dikembangkan dan dimanfaatkan,” tuturnya.

Budidaya lebah teuweul ini awalnya sendiri, namun ketika orang yang memiliki tujuan sama, akhirnya tahun lalu membentuk kelompok tani lebah, kelompok yang fokus dilebah trigona.

Roni yang tengah menyelesaikan gelar doktor di Universitas Padjadjaran (Unpad) berharap kedepannya bisa lebih mengembangkan target produksi dan memberikan manfaatnya kepada masyarakat dari budidaya ini.

“Rencana kedepannya lebih kepada peningkatan ekonomi masyarakat setelah potensi muncul mungkin kedepannya kita akan membentuk koperasi berbasis prodak untuk warga,” tutupnya.

Sementara ditempat yang sama, Camat Rancakalong Ili mengatakan pihaknya mengapresiasi gagasan yang dimiliki warga Rancakalong.

Terutama budidaya lebah trigona untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Tim kecamatan langkah awal mencari mitra dimasyarakat, kalau sudah ada kita akan mendorongnya, kita fasilitasi dan sudah ngobrol dengan pemerintah Desa dengan rekan-rekan. Mudah-mudahan nanti kita bisa mendorong membantu masyarakat yang sudah punya inisiatif,” ucapnya.

Menurutnya, budidaya lebah teuweul dimasa pandemi sangat tepat. Sebab, adanya kebijakan pemerintah yang membatasi aktivitas masyarakat diluar rumah.

Sehingga, budidaya lebah ini
merupakan kegiatan yang cocok harus dikembangkan karena aktivitasnya dilingkungan rumah. (Cheng) ***

 

Sumber Berita: Radio Trimekar 93,9 MHz
Berita Terbaru

Tekan Kasus Covid-19, Aturan Kendaraan Pelat Ganjil dan Genap Berlaku di Sumedang

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Denda Pelanggaran PPKM Darurat di Garut Lebih dari 100 Juta

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

KAHMI Jabar-ACT Berbagi Saat Pandemi

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: FORKOWAS

Gubernur Bagikan Bantuan kepada Warga Terdampak PPKM, di Kab. Bogor dan Cianjur

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Kelompok Tani Hutan, Berbagi Saat Pandemi dengan Yatim Piatu

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Regional

Denda Pelanggaran PPKM Darurat di Garut Lebih dari 100 Juta

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

KAHMI Jabar-ACT Berbagi Saat Pandemi

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: FORKOWAS

Gubernur Bagikan Bantuan kepada Warga Terdampak PPKM, di Kab. Bogor dan Cianjur

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Gubernur Jabar Salurkan Bantuan untuk Warga Tak Terdaftar Bansos

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: FORKOWAS

Kang Uu: Pemprov Berupaya Penuhi Intensif Nakes di Jabar

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: FORKOWAS