IST:

Musran PKB Jatinangor, Kejar Target Menang Pemilu 2024

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: FORKOWAS

Radio Trimekar FM – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumedang menggelar Musyawarah Ranting (Musran) secara maraton.

Musran digelar di DPAC PKB Kecamatan Jatinangor dan dihadiri Anggota Fraksi PKB DPRD Sumedang Dapil V (Jatinangor dan Cimanggung), Herman Habibullah.

Ikut hadir, Ketua dan Sekretaris DPC PKB Kab Sumedang, Didi Suhrowardi didampingi Dadi Sopandi yang juga Anggota Fraksi PKB DPRD Sumedang dan jajarannya.

Selain itu, hadir pula H. Aceng Hasanudin Ketua MWC NU Jatinangor dan keluarga besar Nahdlatul Ulama, Fatayat, IPNU, IPPNU dan Ansor.

Musran bertujuan untuk merestrukturisasi kepengurusan partai.

Yakni, mulai dari ketua dan sekretaris (Tanfidz dan Syuro) yang loyalitasnya tidak diragukan lagi.

Selain itu, untuk mengejar target pemenangan Pemilihan Umum 2024.

Apalagi, harus mampu menjadikan Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar yang akrab dipanggil Gus AMI menjadi calon Presiden RI.

“Kami memiliki target dan keinginan naik dalam perolehan kursi, mengingat dalam Pemilu 2019 kemarin, PKB Sumedang sukses meraih 6 kursi. Bisa menjadi 2 kali lipat di Pemilu 2024,” ujar Ketua DPC PKB Sumedang, Didi di depan peserta Musran, Ahad (19/09/2021).

Sementara itu, Herman Habibullah Wakil Ketua DPC PKB Sumedang yang juga Sekretaris Fraksi PKB DPRD Sumedang ini, menilai Musran memiliki arti sangat penting dan strategis bagi partainya.

Alasannya, Musran merupakan forum tertinggi bagi PKB sebagai wahana memberi evaluasi dan mereposisi diri baik dalam peran aktif sebagai organisasi politik maupun dalam rangka penataan kader dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Kami berharap Musran PKB ini dapat menghasilkan keputusan yang bermanfaat bagi warga Nahdlatul Ulama (NU) dan tentunya bagi masyarakat, serta mampu mewujudkan cita-cita Partai meraih kemenangan di Pemilu 2024 diawali dengan pemetaan simpul-simpul kekuatan berbasis RT atau lingkungan demi terciptanya gerakan politik yang terencana dengan baik,” katanya.

Jatinangor memilki ciri khas tersendiri, sehingga peran Pengurus dan Kader PKB harus benar-benar mampu mewujudkan PKB sebagai partainya anak muda.

Sehingga, harus dengan pendekatan berbeda, dalam forum Musran ini mengusung semangat Jatinangor Hade Kasohor.

Sementara, KH Jajang Rohiman sesepuh Ponpes Raudlatul Qur’an menyambut baik kehadiran PKB di Ponpesnya.

Ia meyakini bahwa PKB sebagai anak kandung NU memiliki peranan penting bagi keberadaan pesantren ditandai dengan lahirnya UU Pesantren dan terbitnya Perpres 82 tentang dana abdi pesantren.

“Ini bukti nyata PKB memperjuangkan pesantren dan lembaga keagaamaan mendapat perhatian dari Pemerintah,” ujarnya. ***

Sumber Berita: Radio Trimekar 93,9 MHz
Berita Terbaru

Polres Sumedang Tangkap Pengedar Sabu

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Kapolres Tekankan Warga Terapkan Prokes dalam Pilkades Serentak

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Ini Cara Babinsa Wargaluyu Perkuat Silaturahmi dengan Warga, Cegah Covid-19

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Atalia: Perluas Cakupan Vaksinasi Covid-19, Kasus Naik dan Turun

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Kadiskominfo: Garut Belum Aman Covid-19, Terapkan Prokes

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Regional

Atalia: Perluas Cakupan Vaksinasi Covid-19, Kasus Naik dan Turun

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Kadiskominfo: Garut Belum Aman Covid-19, Terapkan Prokes

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Wagub Jabar: PTM di Pangandaran Berjalan Baik, Terapkan Prokes

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Ruddy: Awal November, Garut Turun ke Level 2

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: FORKOWAS

Wisata Alam Teras Kahuripan, Nyaman dan Bikin Pengunjung Puas

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Komentar Terbaru

 Good Jobs untuk Bank Sunedang ditengah diaruosi global menjamurnya lembaga keuangan Fintech , masih bs in the track memenuhi kewajiban nya dan menjaga performa kinerja dg baik. Yg bikin bingung adalah PT.Kampung Makmur , seperti nya gk ada bisnis kreatif yg muncul sbg terobosan atau lompatan . Yang ada adalah seperti kehilangan fokus bisnis merambah garapan aset2 Pemda yg sdh diurus elemen lain. Bingung juga mengapresiasi bisnis plan ny dg 9 core tsb . Seolah olah sdh serakah dg gagasan yg semu tdk ada cire bisnis yg fokus jd unggulan."

naya sunarya
naya****rya22@gmail.com