ISTIMEWA/ILUSTRASI:

Kadiskominfo: Garut Belum Aman Covid-19, Terapkan Prokes

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Radio Trimekar FM – Meski kasus Covid-19 di Kabupaten Garut sudah mengalami penurunan yang cukup drastis juga diperkuat dengan menurunnya angka BOR, tapi Kabupaten Garut belum bisa dikatakan aman dari ancaman Covid-19.

Bisa saja, esok atau lusa kembali mengalami lonjakan, meski hal tersebut tentunya tidak diharapkan oleh kita semua.

Turun naiknya angka Covid tentunya tidak terjadi begitu saja seperti kejadian bencana yang disebabkan oleh paktor alam, tapi bencana Covid-19 sangat ditentukan oleh beberapa paktor terutama paktor tingkat kesadaran atau kedisiplinan masyarakat itu sendiri.

Jika saja masyarakat bisa memegang teguh kedisiplinan, seperti senantiasa mentaati protokol kesehatan, mulai dari menjaga jarak, rajin mencuci tangan, menghindari kerumunan sudah pasti sejak awal, Kasus Covid-19 tidak akan merajalela seperti yang telah terjadi.

Lebih parahnya, paktor ketidak percayaan akan keberadaan virus Covid serta ketidak percayaan terhadap pemerintah yang sudah menerapkan aturan Prokes karena dampak Covid bisa merenggut nyawa manusia. Bahkan tidak sedikit masyarakat yang menganggap Covid -19 hanya rekayasa politik semata.

Itu alasannya, banyak masyarakat yang tidak mau memakai masker dan tidak mengindahkan larangan dari pemerintah akan protokol kesehatan.

Tidak sampai disitu, saat mulai banyak korban meningal akibat terpapar Covid dan pemerintah pun mengeluarkan kebijakan agar orang yang meninggal akibat Covid-19 pemulasaraan jenazah hingga pemakaman harus dilaksanakan secara protokol kesehatan masyarakat pun masih banyak yang tidak percaya, bahkan menentangnya.

Begitu pun saat pemerintah mulai berupaya menyediakan vaksin, bahkan yang pertama divaksin orang nomor satu di negara kita, tetap saja masih banyak yang tidak percaya. Bahkan menganggap bahwa Presiden RI, Joko Widodo hanya berpura-pura saja melakukan vaksin.

Karenanya tidak heran, akibat ketidak percayaan masyarakat akan Covid-19, serta tidak patuhnya akan protokol kesehatan, penyebaran Covid di negara kita, khususnya di Kabupaten Garut kian hari kian merajalela, hingga sejumlah rumah sakit pun tidak mampu lagi menampung sejumlah pasien yang terpapar. Demikian halnya, tempat pemakaman umum. Akibat banyaknya korban yang berjatuhan, pemerintah dari mulai pusat hingga kabupaten/kota terpaksa harus menyediakan lahan pemakaman khusus untuk pemakaman para korban yang terpapar Covid-19.

Itu alasannya, meski jumlah warga yang terpapar Covid-19 di Kabupaten Garut terus menurun, jumlah pasien yang sembuh pun terus bertambah, namun Humas penanganan Covid-19 Kab. Garut, yang juga Kepala Diskomimfo Garut, Muksin, berpendapat bahwa hingga saat ini, Garut belum bisa dikatakan aman.

Oleh sebab itu, kata Muksin, penerapan protokol kesehatan harus tetap dilakukan, dan masyarakat jangan sampai kendor atau terlena, Prokes harus tetap diterapkan, terutama memakai masker dan menghindari kerumunan masa, karena itu merupakan harga mati dalam memerangi Covid-19.

Muksin pun menjelaskan bahwa penerapan protokol kesehatan dimasa pandemi sangat berguna untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Karena alasan itulah kata Muksin, semua Prokes harus dipatuhi oleh semua pihak.

“Artinya bukan hanya tanggungjawab pemerintah saja, tetapi juga masyarakat harus ikut berpartisipasi menerapkan Prokes, dimana saja dan kapan saja. Dan kami pun selalu mengimbau agar semua masyarakat bisa melakukan vaksinasi baik dosis 1 maupun 2. Tempatnya bisa di Komplek Pendopo maupun dibeberapa lokasi yang melaksanakan vaksinasi masal,” ungkapnya.

Jika saja sejak dulu masyarakat Garut sudah sadar dan paham bahwa Covid-19 itu memang ada dan sangat membahayakan bagi keselamatan jiwa manusia, juga masyarakatnya bisa mematuhi segala Prokes yang telah diterapkan pemerintah lanjut Muksin, sudah pasti, dampaknya tidak akan separah sekarang, hingga pemerintah pusat memutuskan kenaikan level 3 dimasa perpanjangan PPKM darurat ini, yang dampaknya sangat dirasakan pula terhadap melemahnya tingkat perekonomian masyarakat itu sendiri.***

 

Sumber Berita: Radio Trimekar 93,9 MHz
Berita Terbaru

Pesantren Daarul Quran Islami Miftahul Hasanah Gelar Wisuda Khotmil Quran Angkatan ke III

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Bupati Sumedang Ajak Anggota Korpri Tingkatkan Kontribusi Pasca Pandemi

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Irjen Pol Teddy Minahasa: HDCI Dukung Pemerintah, Pulihkan Ekonomi Pasca Pandemi

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Diklatsar Anggota Pramuka Saka Wira Kartika Kodim 0610 Sumedang

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Daftar Perizinan Secara Online, Ini Penjelasan DPMPTSP Sumedang

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Regional

Irjen Pol Teddy Minahasa: HDCI Dukung Pemerintah, Pulihkan Ekonomi Pasca Pandemi

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Diklatsar Anggota Pramuka Saka Wira Kartika Kodim 0610 Sumedang

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Ridwan Kamil Ingin Masjid Gunakan Kencleng dan Dakwah Digital

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Porkab Garut 2021, Tarogong Kidul Kembali Juara Umum

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: FORKOWAS

Atalia: Perluas Cakupan Vaksinasi Covid-19, Kasus Naik dan Turun

TERBIT: REPORTER: ADMIN EDITOR: ADMIN

Komentar Terbaru

 Good Jobs untuk Bank Sunedang ditengah diaruosi global menjamurnya lembaga keuangan Fintech , masih bs in the track memenuhi kewajiban nya dan menjaga performa kinerja dg baik. Yg bikin bingung adalah PT.Kampung Makmur , seperti nya gk ada bisnis kreatif yg muncul sbg terobosan atau lompatan . Yang ada adalah seperti kehilangan fokus bisnis merambah garapan aset2 Pemda yg sdh diurus elemen lain. Bingung juga mengapresiasi bisnis plan ny dg 9 core tsb . Seolah olah sdh serakah dg gagasan yg semu tdk ada cire bisnis yg fokus jd unggulan."

naya sunarya
naya****rya22@gmail.com